Aditia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang membuka secara transparan alasan dan pertimbangan di balik rotasi-mutasi pejabat tersebut. Transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan birokrasi berjalan sesuai prinsip profesionalisme dan integritas.
“Kalau pemerintah terus tertutup, publik akan semakin sulit percaya bahwa mutasi ini benar-benar murni untuk kebutuhan organisasi dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kasus pembacokan maut di Cibaliung Pandeglang tewaskan satu warga. Polisi kini amankan tiga orang dan dalami motif kejadian
Jokowi berencana keliling Indonesia mulai Lampung, Jawa Barat, hingga NTT untuk memenuhi undangan masyarakat dan relawan daerah
Sejarah Baru! Crystal Palace Angkat Trofi Eropa Pertama Usai Tekuk Rayo Vallecano
Rupiah Dekati Rp17.855, Dampak Geopolitik dan Defisit Dagang Tekan Mata Uang Garuda
Anti-Alot dan Prengus: Ini 4 Tips Rahasia Mengolah Sate Kambing ala Warung Legendaris
BREAKING NEWS: Barcelona Capai Kesepakatan Boyong Anthony Gordon dari Newcastle
16 Bumbu Sate Kambing yang Cocok Dicoba Saat Idul Adha 2026
SPMB Jatim 2026: Jadwal Prapendaftaran dan Pendaftaran Lengkap untuk Calon Siswa