berikabar.id Sebuah peristiwa traumatis terkadang dapat mengubah jalan hidup seseorang secara radikal. Hal inilah yang dialami oleh Jason Padgett, seorang pria asal Alaska yang mendadak memiliki kemampuan jenius dalam bidang matematika dan geometri setelah mengalami gegar otak parah akibat menjadi korban kekerasan fisik.
Peristiwa yang mengubah total hidupnya tersebut terjadi pada September 2002 silam. Saat berada di luar sebuah bar di Tacoma, Washington, Jason diserang tanpa ampun oleh dua orang pria tidak dikenal. Ia dipukul dengan keras di bagian belakang kepala hingga pandangannya memutih dan tak sadarkan diri. Setelah dilarikan ke rumah sakit, dokter mendiagnosisnya mengalami gegar otak serta luka pada ginjal, namun ia diperbolehkan langsung pulang hari itu juga.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ajak Otorefleksi: Sudahkah Pertumbuhan Ekonomi Dirasakan Adil oleh Rakyat?
Mengalami Perubahan Psikologis dan Cara Pandang Dunia
Sepulangnya dari rumah sakit, kehidupan Jason tidak lagi sama. Cedera otak traumatis yang dialaminya memicu gangguan obsesif-kompulsif (OCD) yang parah. Ia menjadi sangat takut pada dunia luar, menutup seluruh jendela rumahnya dengan selimut, serta mengidap fobia kuman (misofobia) yang membuatnya mencuci tangan secara ekstrem.
Namun, di samping dampak psikologis tersebut, ada perubahan luar biasa pada indra penglihatannya. Jason mulai melihat dunia di sekitarnya seperti sebuah video game retro yang berpiksel. Segala objek yang bergerak tampak terstruktur di dalam kotak-kotak geometris. Penglihatan unik ini menumbuhkan obsesi mendalam dalam dirinya terhadap fraktal dan fenomena matematis lainnya.
Baca Juga: Cara Membuat Tahu Crispy Tetap Kriuk Meski Sudah Dingin, Mudah Dipraktikkan
Diagnosis Medis: Sindrom Savant dan Sinestesia
Didorong rasa penasaran akan kondisinya, Jason berkonsultasi dengan Berit Brogaard, seorang ahli saraf kognitif dari Universitas Miami. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Jason mengidap kondisi langka yang disebut Savant Syndrome (Sindrom Savant) dan salah satu bentuk sinestesia.
Cedera otak tersebut rupanya mengaktifkan area otak yang biasanya tidak dapat diakses secara sadar oleh manusia biasa. Korteks visualnya kini bekerja secara sinkron dengan bagian otak yang memproses fungsi matematika, sehingga ia mampu memvisualisasikan rumus matematika menjadi bentuk geometris yang nyata di hadapannya.
Baca Juga: Harry Maguire Ditawarkan ke Inter Milan Meski Baru Perpanjang Kontrak di MUMenjadi Inspirasi Dunia
Kini, Jason Padgett memanfaatkan kemampuan langkanya untuk mengedukasi masyarakat luas. Ia telah menerbitkan sebuah buku otobiografi sukses berjudul "Struck by Genius" yang menceritakan perjalanan hidupnya, serta aktif berkeliling dunia untuk mengajar matematika. Selain itu, ia juga menjual karya seni berupa gambar fraktal geometris hasil dari apa yang dilihat oleh matanya sehari-hari.
Meski hidupnya berubah menjadi lebih bermakna melalui sains, keadilan hukum belum sepenuhnya berpihak padanya. Hingga saat ini, kedua pelaku penganiayaan yang menyebabkan cedera otaknya tidak pernah dijatuhi hukuman, meskipun Jason telah berhasil mengidentifikasi mereka dan mengajukan tuntutan hukum.
Artikel Terkait
Buron Dicari Polisi, Pemuda Ini Malah "Like" Poster Pencarian Dirinya Sendiri
Psikologi Behaviorisme Menyoroti Sosok Hashirama Senju: Pemimpin Perdamaian yang Dibentuk oleh Lingkungan
Presiden Prabowo Ajak Otorefleksi: Sudahkah Pertumbuhan Ekonomi Dirasakan Adil oleh Rakyat?
Sistem Pemandu Rudal Berbasis AI Milik Korea Utara Uji Coba Perdana di Perbatasan
Aktivis Desak Polres Pandeglang Usut Dugaan Pengeroyokan Pemuda di Lingkungan Polsek Banjar
Cara Membuat Tahu Crispy Tetap Kriuk Meski Sudah Dingin, Mudah Dipraktikkan
Harry Maguire Ditawarkan ke Inter Milan Meski Baru Perpanjang Kontrak di MU
Viral Anak Jatuh ke Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Soroti Dugaan Konten Media Sosial
Bukan Sekadar Kebiasaan, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Makan Cepat Menurut Psikologi
Waktu Ganti Oli Gardan Motor Matic yang Tepat Menurut Ahli, Jangan Sampai Terlambat