Manado - berikabar.id | Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Manado, Sulawesi Utara, memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 747 jiwa atau 215 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat bencana tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran air meluap dan tidak mampu menampung debit air yang meningkat.
Baca Juga: Lagu Viral di TikTok Tak Selalu Membuat Penyanyinya Terkenal, Ini Penjelasannya
Secara keseluruhan, tercatat 314 kepala keluarga atau 968 jiwa terdampak banjir. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, genangan air juga merendam sedikitnya 468 unit rumah warga dengan ketinggian yang berbeda-beda di setiap lokasi.
Wilayah terdampak tersebar di lima kelurahan yang berada dalam empat kecamatan. Daerah yang terdampak meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea, Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala, Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua, serta Kelurahan Komo dan Kelurahan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.
Baca Juga: Siklon Tropis JANGMI Menguat Jadi Kategori 3, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Indonesia
Meski demikian, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Jumat (29/5) sore. Warga yang sebelumnya mengungsi secara bertahap mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir.
BNPB memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. Petugas gabungan di lapangan telah menyiapkan bantuan logistik serta fasilitas penampungan sementara guna mendukung proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Artikel Terkait
Dramatis! Tekuk Arsenal via Adu Penalti, PSG Back-to-Back Juara Liga Champions
Pasca-Era Mbappe, PSG Justru Sukses Segel Gelar Juara Liga Champions
Viral Teror Pocong di Sejumlah Daerah, Polisi Tingkatkan Patroli Siber
Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, BRIN Ungkap Waktu Terbaik untuk Mengamati
Siklon Tropis JANGMI Menguat Jadi Kategori 3, BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Indonesia
CFD Jakarta Ditiadakan Sementara Saat Waisak 2026, Warga Diminta Sesuaikan Aktivitas
Tiga Peringatan Besar Dunia Diperingati pada 31 Mei 2026, Soroti Kesehatan hingga Solidaritas Global
Analisis Kecerdasan Vladimir Putin Berdasarkan Teori Raymond Cattell
Lagu Viral di TikTok Tak Selalu Membuat Penyanyinya Terkenal, Ini Penjelasannya
Gudang Penyimpanan Kardus dan Plastik di Nunukan Terbakar, Asap Pekat Sempat Membumbung Tinggi