Kamis, 4 Juni 2026

Itachi Uchiha dalam Teori Sigmund Freud: Mengungkap Konflik Batin Sang Ninja Jenius dari Sudut Psikoanalisis

Photo Author
Aldi Sumardi, S.pd., Berikabar.id
- Selasa, 26 Mei 2026 | 19:12 WIB
Karakter Itachi Uchiha  (Web: Narutopedia)
Karakter Itachi Uchiha (Web: Narutopedia)

Dalam perspektif psikoanalisis, kondisi seperti ini juga dapat memunculkan konflik internal berat. Freud percaya bahwa ketika seseorang terlalu menekan dorongan Id dan membiarkan Superego mendominasi secara berlebihan, tekanan psikologis dapat muncul dalam bentuk penderitaan batin.

Hal tersebut sangat terlihat pada Itachi. Ia hidup dalam kebohongan, memendam rasa bersalah, menjauh dari adiknya, serta menanggung beban emosional sendirian selama bertahun-tahun. Secara simbolis, penyakit fisik yang dideritanya bahkan dapat ditafsirkan sebagai representasi tubuh yang telah terlalu lama memikul tekanan mental.

Baca Juga: Emosi yang Dipendam Diam-Diam Menggerogoti Tubuh: Ibnu Sina dan Sufi Ungkap Hubungan Hati, Pikiran, dan Kesehatan

Pada akhirnya, Itachi bukan sekadar karakter kuat dengan kemampuan luar biasa. Ia adalah gambaran seseorang yang terus-menerus bertarung melawan dirinya sendiri. Bila dilihat melalui teori Freud, tragedi Itachi bukan hanya tentang peperangan atau pengkhianatan, melainkan kisah tentang manusia yang terlalu banyak mengorbankan dirinya hingga kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

Mungkin di situlah letak mengapa Itachi begitu disukai banyak penggemar: karena di balik sosok sempurnanya, terdapat manusia yang diam-diam sedang hancur.

Halaman:

Editor: Aldi Sumardi, S.pd.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X