Pandeglang - berikabar.id | Di dunia anime, tidak banyak karakter yang meninggalkan kesan mendalam seperti Itachi Uchiha. Sosok dingin, tenang, dan penuh misteri dari klan Uchiha ini awalnya dikenal sebagai pengkhianat yang membantai keluarganya sendiri. Namun seiring berkembangnya cerita, pandangan terhadap Itachi berubah drastis. Di balik tindakan ekstremnya, tersimpan pengorbanan, konflik batin, serta tekanan psikologis yang rumit.
Jika dianalisis menggunakan teori psikoanalisis milik Sigmund Freud, karakter Itachi menjadi contoh menarik tentang pertarungan antara naluri, rasionalitas, dan moralitas. Teori Freud membagi kepribadian manusia ke dalam tiga bagian utama: Id, Ego, dan Superego. Ketiganya terus berinteraksi dan saling memengaruhi perilaku seseorang.
Baca Juga: Sosok Hillary Abigail atau Lily JKT48, Idol Muda Pecinta Anime yang Mencuri Perhatian Penggemar
Dalam diri Itachi, unsur Id tampak cukup unik. Menurut Freud, Id adalah bagian paling dasar dari manusia yang berisi dorongan naluriah, keinginan pribadi, serta hasrat untuk mencari kepuasan. Pada manusia biasa, Id sering muncul dalam bentuk keinginan akan kebebasan, cinta, kemarahan, atau ambisi pribadi. Namun pada Itachi, dorongan itu tampak sangat ditekan.
Sebagai seorang anak berbakat, Itachi sebenarnya memiliki kehidupan yang bisa dikatakan ideal. Ia dihormati oleh klannya, memiliki adik yang sangat ia sayangi, dan dikenal sebagai ninja jenius sejak kecil. Sebagai manusia biasa, mungkin ia memiliki keinginan untuk hidup tenang bersama keluarganya. Ia juga tampak ingin menghindari peperangan karena pengalaman traumatisnya saat menyaksikan konflik sejak usia dini.
Baca Juga: Pesan Haru Mohamed Salah untuk Liverpool: “Tolong Musim Depan Juara Lagi”
Namun Id dalam dirinya tidak pernah benar-benar diberi ruang. Keinginan pribadinya dikorbankan demi sesuatu yang dianggap lebih besar. Di sinilah Ego mulai bekerja.
Menurut Freud, Ego berfungsi sebagai penengah antara keinginan pribadi dan realitas. Ego membuat seseorang mengambil keputusan yang realistis meskipun menyakitkan. Pada Itachi, Ego tampak mendominasi hampir seluruh hidupnya.
Ketika konflik politik di klan Uchiha memanas dan ancaman kudeta terhadap desa meningkat, Itachi berada pada posisi yang sangat sulit. Ia harus memilih antara keluarga atau stabilitas desa. Secara emosional, keinginannya mungkin sederhana: melindungi orang-orang yang dicintainya. Namun secara realistis, ia memahami bahwa perang saudara bisa menyebabkan korban lebih besar.
Baca Juga: Golkar Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode: Keputusan Resmi Akan Dibahas Partai
Karena itu, Ego Itachi mengambil keputusan yang sangat ekstrem. Ia menerima tugas untuk memusnahkan klannya sendiri demi mencegah konflik skala besar. Dalam teori Freud, keputusan seperti ini menggambarkan seseorang yang terlalu menekan keinginan pribadi demi realitas sosial.
Sementara itu, Superego dalam diri Itachi terlihat sangat kuat. Superego merupakan bagian moral yang dibentuk oleh nilai, aturan, dan rasa tanggung jawab. Bagian ini sering membuat seseorang merasa bersalah, bertanggung jawab, atau harus melakukan hal yang dianggap benar meskipun menyakitkan.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai Jumbo, Siap Saingi HP Flagship?
Pada Itachi, Superego tampaknya menjadi kekuatan terbesar yang mengendalikan hidupnya. Ia menempatkan kepentingan desa di atas dirinya sendiri. Bahkan setelah dicap penjahat, ia memilih memikul kebencian seluruh dunia tanpa membela diri. Ia rela dianggap monster agar orang lain tetap hidup.
Artikel Terkait
GAGAK Soroti Dugaan Penolakan Pasien BPJS di RSUD Labuan, Desak Investigasi Independen
596 Warga Desa Pasirgadung Terima Bantuan Beras dan Minyak, Penyaluran Berjalan Lancar dan Kondusif
Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai Jumbo, Siap Saingi HP Flagship?
Pesan Haru Mohamed Salah untuk Liverpool: “Tolong Musim Depan Juara Lagi”
Emosi yang Dipendam Diam-Diam Menggerogoti Tubuh: Ibnu Sina dan Sufi Ungkap Hubungan Hati, Pikiran, dan Kesehatan
Taman Nasional Ujung Kulon, Destinasi Wisata Alam Eksotis di Ujung Barat Pulau Jawa
Sosok Hillary Abigail atau Lily JKT48, Idol Muda Pecinta Anime yang Mencuri Perhatian Penggemar
Golkar Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode: Keputusan Resmi Akan Dibahas Partai