Kamis, 4 Juni 2026

Emosi yang Dipendam Diam-Diam Menggerogoti Tubuh: Ibnu Sina dan Sufi Ungkap Hubungan Hati, Pikiran, dan Kesehatan

Photo Author
Apipudin, S.Pd., Berikabar.id
- Selasa, 26 Mei 2026 | 15:37 WIB
Emosi yang Dipendam Diam-Diam Menggerogoti Tubuh: Ibnu Sina dan Sufi Ungkap Hubungan Hati, Pikiran, dan Kesehatan
Emosi yang Dipendam Diam-Diam Menggerogoti Tubuh: Ibnu Sina dan Sufi Ungkap Hubungan Hati, Pikiran, dan Kesehatan

Berikabar.id| Tubuh manusia sebenarnya mendengar semua yang dirasakan hati. Banyak orang mengira emosi hanya tinggal di pikiran, padahal kemarahan, kesedihan, stres, dan rasa takut perlahan ikut berbicara kepada tubuh melalui kelelahan, sesak, sulit tidur, nyeri lambung, jantung berdebar, hingga tubuh yang terasa terus lemah tanpa sebab yang jelas.

Dalam pandangan para ulama dan filsuf Muslim klasik seperti Ibnu Sina, tubuh dan jiwa saling memengaruhi satu sama lain. Ibnu Sina menjelaskan bahwa kondisi psikologis manusia dapat berdampak pada kesehatan fisik. Karena itu beliau tidak hanya melihat penyakit dari sisi tubuh, tetapi juga dari keadaan batin dan pikiran manusia. Hati yang terus gelisah, takut, atau dipenuhi tekanan bisa melemahkan keseimbangan tubuh sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 15 Pro Plus Hadir dengan Kamera 200MP dan Baterai Jumbo, Siap Saingi HP Flagship?

Para sufi juga sejak dahulu memahami bahwa jiwa dan tubuh tidak pernah benar-benar terpisah. Hati yang terlalu lama dipenuhi amarah membuat tubuh hidup dalam ketegangan. Kesedihan yang dipendam terus-menerus bisa menguras tenaga dan membuat seseorang kehilangan semangat hidup. Pikiran yang tidak pernah tenang perlahan membuat tubuh ikut kehabisan daya.

Walau penjelasan tentang organ tertentu dalam kalimat ini lebih bersifat simbolik dan spiritual daripada medis secara langsung, ada satu hal yang sangat nyata: emosi yang dipelihara terus-menerus memang bisa memengaruhi kesehatan tubuh. Stres berkepanjangan dapat mengganggu tidur, memperburuk tekanan darah, melemahkan daya tahan tubuh, dan membuat tubuh hidup dalam keadaan siaga tanpa henti. Tubuh akhirnya lelah memikul apa yang hati tidak pernah selesaikan.

Baca Juga: Pesan Haru Mohamed Salah untuk Liverpool: “Tolong Musim Depan Juara Lagi”

Masalahnya, banyak manusia terlalu fokus merawat fisiknya tetapi lupa merawat batinnya. Mereka makan teratur tetapi pikirannya penuh racun. Mereka menjaga penampilan tetapi membiarkan hatinya terus dipenuhi dendam, ketakutan, dan overthinking setiap malam. Padahal tubuh tidak hanya membutuhkan makanan, tetapi juga ketenangan.

Karena itu para sufi sangat menjaga keadaan hati. Mereka melatih diri dengan dzikir, tafakur, diam, dan memperlambat hidup agar hati tidak terus hidup dalam keributan yang melelahkan. Sebab ketenangan bukan sekadar kebutuhan jiwa, tetapi juga bagian dari menjaga tubuh tetap sehat.

Baca Juga: 596 Warga Desa Pasirgadung Terima Bantuan Beras dan Minyak, Penyaluran Berjalan Lancar dan Kondusif

Dan mungkin, yang paling membuatmu lelah bukan aktivitas hidupmu, tetapi emosi yang terlalu lama kamu simpan tanpa pernah benar-benar kamu lepaskan.

Kalau tubuhmu akhir-akhir ini terasa mudah lelah, sulit tenang, dan terus tegang tanpa sebab yang jelas, sebenarnya apa yang sedang paling lama dipendam oleh hatimu sendiri?

Editor: Apipudin, S.Pd.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X