berikabar.id | Tobirama Senju dikenal sebagai salah satu karakter paling kompleks dalam dunia anime. Berbeda dengan tokoh idealis yang mengutamakan perasaan dan harapan, Tobirama justru sering digambarkan sebagai sosok dingin, rasional, dan penuh perhitungan. Namun di balik sikap kerasnya, banyak penggemar menilai bahwa karakter Hokage Kedua ini sangat dekat dengan teori utilitarianisme dalam filsafat politik dan moral.
Utilitarianisme sendiri merupakan teori yang dikembangkan oleh Jeremy Bentham dan disempurnakan oleh John Stuart Mill. Inti dari teori ini adalah bahwa tindakan dianggap benar apabila mampu memberikan manfaat terbesar bagi jumlah orang terbanyak. Dalam konteks tersebut, banyak keputusan Tobirama dinilai mencerminkan pola pikir yang mengutamakan kestabilan masyarakat dibanding kepentingan individu.
Baca Juga: Eks Agen CIA Terseret Kasus Penimbunan 300 Batang Emas dan Pemalsuan Identitas Selama Dua Dekade
Sebagai Hokage Kedua, Tobirama dikenal sebagai arsitek utama sistem modern Konoha. Ia membangun akademi ninja, menciptakan sistem misi, membentuk ANBU, hingga memperjelas struktur pemerintahan desa. Semua langkah itu dilakukan bukan tanpa alasan. Tobirama menyadari bahwa dunia ninja yang dipenuhi perang antar klan membutuhkan sistem yang kuat agar tidak kembali jatuh ke dalam kekacauan.
Bagi Tobirama, perdamaian tidak cukup dibangun dengan harapan dan kepercayaan semata. Ia percaya bahwa masyarakat memerlukan aturan, pengawasan, dan struktur yang jelas agar stabilitas tetap terjaga. Cara berpikir inilah yang membuatnya berbeda dari sang kakak, Hashirama Senju, yang lebih percaya pada kekuatan persahabatan dan pemahaman antarmanusia.
Baca Juga: Laga Hidup Mati Copa Libertadores: Palmeiras Ditantang Junior Barranquilla di Allianz Parque
Salah satu kebijakan Tobirama yang paling kontroversial adalah sikapnya terhadap klan Uchiha. Ia menempatkan klan tersebut sebagai kepolisian Konoha sekaligus melakukan pengawasan ketat terhadap mereka. Banyak pihak menganggap kebijakan ini sebagai bentuk diskriminasi yang kemudian menjadi bibit konflik besar di masa depan.
Namun jika dilihat dari sudut pandang utilitarianisme, keputusan Tobirama memiliki logika tersendiri. Ia menilai bahwa emosi kuat yang dimiliki Uchiha berpotensi menjadi ancaman besar apabila tidak dikendalikan. Karena itu, Tobirama memilih pendekatan pengawasan demi mencegah perang internal yang dapat menghancurkan seluruh desa. Dalam teori utilitarianisme, pengorbanan kepentingan kelompok kecil terkadang dianggap sah apabila bertujuan melindungi mayoritas masyarakat.
Baca Juga: Potret Kebersamaan Endriartono Sutarto dan Petinggi Kopassus Jadi Simbol Soliditas TNI
Meski terkenal keras, Tobirama juga menunjukkan sisi pengorbanan diri yang besar. Dalam pertempuran melawan Pasukan Kinkaku, ia memilih menjadi umpan agar murid-muridnya dapat selamat. Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa utilitarianisme bukan sekadar tentang kekuasaan atau kontrol, tetapi juga kesiapan mengorbankan diri demi masa depan yang lebih besar.
Karakter Tobirama hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan penggemar anime. Sebagian melihatnya sebagai pemimpin realistis yang berhasil menciptakan fondasi kuat bagi Konoha, sementara yang lain menganggap kebijakannya terlalu dingin dan penuh kecurigaan.
Namun justru di situlah daya tarik Tobirama Senju. Ia bukan karakter yang mudah dibagi menjadi “baik” atau “jahat”. Ia adalah simbol pemimpin yang percaya bahwa dunia yang keras membutuhkan keputusan keras, bahkan jika keputusan itu membuat dirinya dipandang buruk oleh sejarah.
Artikel Terkait
Pertamina pastikan belum ada pembatasan Pertalite mulai Juni 2026. Warga diminta tidak percaya isu liar yang beredar luas.
Crystal Palace juara Conference League 2026 usai menang 1-0 atas Rayo Vallecano di final Leipzig, Jerman dini hari. Cetak sejarah baru. UE
Warga Sukasari Antusias Terima Daging Kurban Bantuan Presiden Prabowo
Purbaya Sebut Rupiah Sentuh Rp17.800 per Dolar AS Tidak Rasional, Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Stabil
Amerika dalam Bayang-Bayang Teori Ibnu Khaldun, Benarkah Sedang Masuk Fase Kemunduran?
Potret Kebersamaan Endriartono Sutarto dan Petinggi Kopassus Jadi Simbol Soliditas TNI
Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Makna Kurban dan Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Sistem Baru SPMB Jabar 2026: Ada Tahap Pemetaan Mulai 29 Mei, Cek Jadwal Lengkap dan Kuotanya!
Eks Agen CIA Terseret Kasus Penimbunan 300 Batang Emas dan Pemalsuan Identitas Selama Dua Dekade
Laga Hidup Mati Copa Libertadores: Palmeiras Ditantang Junior Barranquilla di Allianz Parque