berikabar.id | Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang kini tengah menjadi sorotan tajam dari kalangan aktivis. Hal ini menyusul adanya keluhan dari sejumlah atlet cabang olahraga pencak silat yang sedang menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) dalam rangka persiapan menghadapi turnamen Popda Banten 2026. Selama proses latihan intensif tersebut, para atlet dilaporkan tidak dibekali dengan anggaran yang memadai, termasuk ketiadaan uang transportasi dan uang makan selama beberapa hari.
Kondisi memprihatinkan ini memicu kritik keras dari Hendra Jaya, seorang aktivis pemerhati kebijakan publik yang akrab disapa Hendra Primitif. Menurut Hendra, menjelang kompetisi besar sekelas Popda, Disporabudpar seharusnya memberikan dukungan penuh dan fasilitas terbaik bagi para atlet. Ia menyayangkan sikap instansi terkait yang justru terkesan abai terhadap kebutuhan para pejuang olahraga yang nantinya akan membawa dan mengharumkan nama baik daerah Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Kualitas Udara Tangsel Memburuk, Warga Kini Diwajibkan Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar
Lebih lanjut, Hendra menilai adanya indikasi saling lempar tanggung jawab antara Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) dengan pihak pelatih cabor. Padahal, secara struktural dan kedinasan, penanggung jawab utama dari seluruh rangkaian kegiatan pembinaan dan persiapan atlet ini berada di bawah kewenangan Disporabudpar. Ia menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengganggu psikologis dan fokus para atlet.
Hendra juga mengkritik keras sistem pengelolaan dana yang menyebabkan beban finansial justru beralih kepada pihak pelatih dan orang tua atlet. Menurutnya, pelatih di lapangan hanya bertindak sebagai pelaksana tugas teknis dan tidak seharusnya dibebani urusan anggaran logistik secara mandiri. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai ke mana alokasi dana pembinaan atlet dari pemerintah daerah mengalir selama ini. Baca Juga: Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Pratama Tempati Posisi Menjanjikan
Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya jajaran Disporabudpar, diminta untuk segera menunjukkan keseriusan dalam memperhatikan seluruh kebutuhan dasar para atlet. Fasilitas pendukung seperti tempat latihan yang layak, sarana prasarana, transportasi, konsumsi harian, hingga kesejahteraan pelatih harus dipenuhi secara maksimal. Dukungan anggaran yang jelas menjadi kunci utama agar program pembinaan olahraga di Kabupaten Tangerang bisa berjalan secara optimal dan membuahkan prestasi.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, kalangan aktivis mendesak Disporabudpar Kabupaten Tangerang untuk bersikap transparan mengenai realisasi anggaran pembinaan atlet. Transparansi ini dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi negatif dan kecurigaan di tengah masyarakat serta komunitas olahraga. Jangan sampai potensi besar yang dimiliki oleh atlet-atlet muda di daerah menjadi sia-sia hanya karena lemahnya dukungan dana dan kurangnya perhatian dari pemerintah.
Baca Juga: Daftar Harga iPhone Terbaru Juni 2026, Cek Harga iPhone 14 hingga iPhone 17 Pro Max di Indonesia
Guna menindaklanjuti persoalan ini, Hendra menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada Disporabudpar Kabupaten Tangerang dalam waktu dekat. Surat tersebut bertujuan untuk meminta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) mengenai realisasi penggunaan anggaran pembinaan olahraga. Langkah hukum dan administratif ini diambil untuk mengusut tuntas ke mana aliran dana tersebut bermuara, mengingat para atlet di lapangan justru harus merogoh kocek sendiri untuk modal berlatih.