daerah

Kualitas Udara Tangsel Memburuk, Warga Kini Diwajibkan Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar

Kamis, 4 Juni 2026 | 13:34 WIB
Ilustrasi

Tangerang Selatan - berikabar.id | Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi mengeluarkan instruksi ketat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah darurat ini diambil menyusul laporan indeks kualitas udara (AQI) di wilayah Tangsel yang terus merosot hingga masuk ke dalam kategori "Sangat Tidak Sehat". Lonjakan polusi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dinilai sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan bagi kesehatan publik.

Berdasarkan data stasiun pemantauan kualitas udara, konsentrasi polutan halus yang dikenal sebagai PM2.5 telah jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Partikel mikro ini sangat berbahaya karena ukurannya yang sangat kecil sehingga mampu menembus sistem pertahanan paru-paru dan langsung masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini memicu alarm kewaspadaan tinggi bagi otoritas kesehatan setempat.

Baca Juga: Viral Surat Tulisan Tangan Sony Sonjaya untuk Nanik S Deyang: Terima Kasih atas Hadiah Indah

Menanggapi situasi yang kian genting, Wali Kota Tangerang Selatan mengimbau warga untuk mengutamakan penggunaan masker medis atau masker standar N95/KN95 yang memiliki efisiensi filtrasi tinggi terhadap partikel mikro. Selain kewajiban bermasker, pemerintah daerah juga meminta masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemerintah Kota Tangsel mulai menginstruksikan penyemprotan air secara berkala di sejumlah ruas jalan protokol guna menekan mobilitas debu dan partikel polutan di udara. Di samping itu, pengawasan terhadap emisi gas buang kendaraan dan aktivitas industri di kawasan sekitar juga mulai diperketat. Langkah ini diambil untuk menekan sumber polusi utama yang terus membebani atmosfer kota.

Baca Juga: Sikat Kabel Persinyalan KRL Maja-Daru, Komplotan Pencuri Diringkus Polda Banten

Sektor layanan kesehatan pun langsung bersiaga penuh mengantisipasi dampak nyata dari memburuknya kualitas udara ini. Seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit daerah di Tangsel diminta untuk meningkatkan kesiapan fasilitas dan obat-obatan guna menghadapi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga yang mulai merasakan gejala sesak napas, batuk persisten, atau iritasi mata diimbau untuk segera memeriksakan diri.

Faktor cuaca, seperti musim kemarau yang panjang dikombinasikan dengan tingginya volume kendaraan bermotor, ditengarai menjadi penyebab utama tertahannya polutan di lapisan atmosfer bawah. Kurangnya curah hujan membuat partikel beracun tidak dapat luruh dan terus berputar di ruang publik yang padat aktivitas. Hal ini diperparah oleh kontribusi polusi lintas batas dari kawasan industri penyangga di sekitar Tangerang Selatan.

Baca Juga: Google Kembangkan Tentara Nyamuk Steril untuk Tekan Penyebaran Penyakit

Melalui instruksi ini, pemerintah berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terbangun demi menjaga kesehatan bersama di tengah krisis lingkungan yang sedang terjadi. Warga diharapkan tetap memantau perkembangan kualitas udara secara mandiri melalui aplikasi digital resmi, serta menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi air putih yang cukup dan makanan bergizi seimbang.

Tags

Terkini