PANDEGLANG - berikabar.id | Tradisi "Ngadu Bedug" yang menjadi warisan budaya khas Pandeglang dinilai harus terus gaung di tengah gempuran modernisasi dan perubahan zaman. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, yang berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional ini agar tidak punah ditelan masa.
Menurut Dimyati, Ngadu Bedug bukan sekadar hiburan musiman yang digelar setelah hari raya, melainkan simbol kebersamaan, persatuan, dan sportivitas masyarakat Banten. Di dalam setiap tabuhan bedug, terkandung nilai-nilai filosofis mendalam serta sejarah panjang kreativitas warga lokal yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Baca Juga: Viral Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng', Begini Reaksi Tak Terduga Sang Menteri
Pemerintah Provinsi Banten pun terus mendorong agar tradisi ini mendapatkan ruang yang lebih luas, baik melalui festival kebudayaan maupun agenda pariwisata daerah. Langkah ini diharapkan mampu memantik minat generasi milenial dan Gen Z untuk ikut menjaga warisan leluhur mereka.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme masyarakat yang tetap tinggi, tradisi Ngadu Bedug diharapkan tidak hanya bertahan sebagai memori masa lalu, melainkan menjelma menjadi identitas budaya yang kuat dan terus bergema dari generasi ke generasi.
Sumber: Web. Pemprov Banten
Baca Juga: Bintang Sinetron Asmara Gen Z Makin Populer, Jadi Sorotan Penonton Muda