Jakarta - berikabar.id | Di hadapan para tokoh bangsa dan pejabat negara dalam Upacara Hari Lahir Pancasila ke-81, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sebuah otorefleksi mendalam mengenai arah pembangunan nasional. Presiden secara terbuka mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani jujur melihat kenyataan serta tantangan besar dalam mewujudkan pemerataan ekonomi hari ini. Beliau menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan upacara, melainkan harus menjadi pedoman utama dalam membangun sistem ekonomi nasional, di mana indikator keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari angka statistik semata melainkan dari kehidupan nyata rakyat,.
Baca Juga: KA Cikuray Hubungkan Garut-Jakarta dengan Tarif Hemat, Okupansi Naik
Dalam pidatonya, Kepala Negara menyoroti ironi yang dihadapi Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional terus mencatatkan angka positif, namun hasil dari pertumbuhan tersebut dinilai belum dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Presiden Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia dikaruniai sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari komoditas mineral penting seperti tembaga, timah, nikel, emas, hingga kelapa sawit dan batu bara. Namun, ia menyayangkan fakta bahwa terlalu lama kekayaan tersebut tidak sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran domestik, sehingga rakyat sering kali hanya menjadi penonton di atas kekayaan tanah airnya sendiri,.
Menjawab tantangan konkret di lapangan, Presiden menekankan bahwa esensi dari ekonomi berlandaskan Pancasila harus menyentuh masyarakat di lapisan paling bawah secara riil. Ia menegaskan pentingnya pemenuhan gizi yang cukup bagi anak-anak dari keluarga yang paling lemah dan miskin demi membangun generasi masa depan yang kuat. Selain itu, perhatian besar juga harus diarahkan kepada para petani agar mendapatkan pupuk tepat waktu dengan harga yang benar, serta membantu para nelayan selaku produsen protein penting agar memperoleh akses pasar yang adil dan diberdayakan secara maksimal,. Nasib para pekerja dan buruh pun tidak luput dari sorotan, di mana negara wajib melindungi dan memastikan mereka memperoleh penghasilan serta penghidupan yang layak.
Baca Juga: Buron Dicari Polisi, Pemuda Ini Malah Like Poster Pencarian Dirinya Sendiri
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengkritik sistem masa lalu yang membiarkan nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia justru dinikmati oleh pihak asing di luar negeri. Ia menegaskan bahwa sudah terlalu lama harga komoditas strategis Indonesia ditentukan oleh negara lain, sementara keuntungannya mengalir keluar dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Guna mengatasi kebocoran ini, pemerintah berkomitmen penuh melakukan transformasi ekonomi melalui strategi industrialisasi berbasis hilirisasi, memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor, dan menerapkan sistem ekspor satu pintu demi memastikan seluruh kekayaan alam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
Gudang Penyimpanan Kardus dan Plastik di Nunukan Terbakar, Asap Pekat Sempat Membumbung Tinggi
747 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Manado, Ratusan Rumah Terendam
Usai Kunjungan ke Prancis, Prabowo Langsung Kembali ke Indonesia
PDIP Sebut Megawati Akan Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni
Cara Memasak Telur, Ikan, Tahu, dan Tempe agar Gizinya Tetap Terjaga
KA Cikuray Hubungkan Garut-Jakarta dengan Tarif Hemat, Okupansi Naik
Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasannya
Teks Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 untuk Sekolah dan Instansi
Buron Dicari Polisi, Pemuda Ini Malah "Like" Poster Pencarian Dirinya Sendiri
Psikologi Behaviorisme Menyoroti Sosok Hashirama Senju: Pemimpin Perdamaian yang Dibentuk oleh Lingkungan