Kamis, 4 Juni 2026

Pakar Siber Ungkap Cara Judi Online Menjebak Anak Lewat Game dan Algoritma

Photo Author
Rio Tria Putra, Berikabar.id
- Rabu, 3 Juni 2026 | 12:45 WIB
Pengawasan orang tua dinilai penting untuk mencegah anak terpapar konten perjudian daring.
Pengawasan orang tua dinilai penting untuk mencegah anak terpapar konten perjudian daring.

berikabar.id | Paparan judi online kini tidak hanya mengincar orang dewasa, tetapi juga mulai menyasar anak-anak melalui berbagai platform digital yang mereka gunakan sehari-hari. Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa game, media sosial, hingga algoritma internet dapat menjadi pintu masuk yang membuat anak rentan terpapar praktik perjudian daring.

Menurut pengamatan para ahli, banyak konten perjudian yang dikemas secara menarik dan menyerupai permainan biasa. Anak-anak yang aktif bermain game atau mengakses platform digital sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang diarahkan menuju ekosistem yang berisiko.

Salah satu metode yang kerap digunakan adalah melalui iklan terselubung yang muncul di aplikasi maupun game. Iklan tersebut sering dibuat semenarik mungkin agar pengguna tertarik untuk mengklik dan mencoba layanan yang ditawarkan.

Selain iklan, algoritma platform digital juga dinilai berperan dalam memperluas paparan konten berisiko. Sistem rekomendasi yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dapat secara tidak langsung mengarahkan anak pada konten yang semakin sensitif apabila tidak diawasi dengan baik.

Baca Juga: Dinosaurus Belum Punah! Mereka Masih Hidup dan Terbang di Atas Kepala Kita

Para pakar juga menyoroti fitur-fitur dalam game yang mengandalkan unsur keberuntungan, seperti loot box atau gacha. Mekanisme tersebut disebut memiliki kemiripan dengan pola perjudian karena mendorong pemain untuk terus mencoba demi mendapatkan hadiah tertentu.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena anak-anak umumnya belum memiliki kemampuan penuh untuk memahami risiko finansial maupun dampak psikologis dari aktivitas semacam itu. Akibatnya, mereka lebih mudah terpengaruh oleh iming-iming hadiah atau keuntungan instan.

Sejumlah orang tua juga mengaku masih menemukan iklan yang mengarah pada konten perjudian di beberapa game yang dimainkan anak-anak. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ancaman judi online masih dapat muncul melalui berbagai celah di ruang digital.

Baca Juga: SMAN 2 Tangsel Wakili Banten di Tingkat Nasional Usai Juarai Lomba Pengibaran Bendera

Untuk mengurangi risiko tersebut, para ahli menyarankan agar orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak. Edukasi mengenai bahaya judi online serta pendampingan saat menggunakan internet dinilai menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Selain peran keluarga, platform digital juga didorong untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan memperketat pengawasan terhadap iklan maupun konten yang berpotensi mengarah pada perjudian.

Baca Juga: 95 Petani Diduga Jadi Debitur Tanpa Mengetahui Isi Akad, Kasus KUR BSI Rp12,4 Miliar Bergulir di Pengadilan

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kolaborasi antara orang tua, sekolah, pemerintah, dan penyedia platform digital menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari ancaman judi online yang terus berkembang di dunia maya.

Editor: Rio Tria Putra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X