Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Normalisasi Saluran Air untuk Kurangi Risiko Genangan
Hingga kini, tim penindakan KPK masih melakukan pengembangan perkara dan pemeriksaan terhadap para pihak yang telah diamankan.
Lembaga antirasuah itu memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Silmy Karim sempat merespons pertanyaan awak media terkait OTT tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan meminta agar keterangan resmi disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Baiknya Pak Menteri yang jawab ya," kata Silmy singkat melalui pesan kepada wartawan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi di lingkungan keimigrasian. Selain itu, dugaan praktik suap dalam pengurusan izin tinggal WNA dinilai dapat berdampak terhadap kredibilitas pelayanan keimigrasian Indonesia.
KPK menegaskan akan terus mengusut perkara tersebut hingga tuntas dan memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat dimintai keterangan sesuai proses hukum yang berlaku.
Artikel Terkait
Kualitas Udara Tangsel Memburuk, Warga Kini Diwajibkan Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar
Aktivis Soroti Disporabudpar Kabupaten Tangerang Terkait Minimnya Anggaran Atlet di Training Camp
Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Warga Rancapinang Gugat BPN Pandeglang Terkait Sengketa Lahan 360 Hektar dengan TNI
Pemkot Bogor Percepat Normalisasi Saluran Air untuk Kurangi Risiko Genangan
Bupati Pandeglang Tunjuk Muslim Taufik Jadi Plt Sekwan, Hasan Bisri Isi Jabatan Baru
Hari Donor Darah Sedunia 2026, Paris Gelar Aksi Donor di Lokasi Bersejarah
Pengusaha Jepang Soroti Fenomena MoU di Indonesia, Banyak Ditandatangani tetapi Sedikit Terealisasi
Prabowo Jelaskan Alasan Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN: Pemimpin Harus Bertanggung Jawab
Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis