Berikabar.id | melakukan perubahan besar pada layanan mesin pencarinya. Perombakan tersebut disebut menjadi salah satu transformasi terbesar dalam sejarah Google Search selama lebih dari 25 tahun terakhir.
Perubahan ini membuat pengalaman pencarian internet tidak lagi sepenuhnya mengandalkan daftar link seperti sebelumnya. Kini, Google mulai memprioritaskan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan jawaban langsung kepada pengguna.
Baca Juga: Perbedaan Minecraft Bedrock dan Minecraft Pocket Edition, Gamer Wajib Tahu Sebelum Main
Banyak pengguna internet ternyata belum menyadari bahwa tampilan dan sistem kerja Google Search sudah berubah cukup drastis. Jika sebelumnya pengguna harus membuka satu per satu situs web untuk mencari informasi, sekarang Google mulai menghadirkan ringkasan jawaban otomatis berbasis AI di halaman pencarian.
Fitur tersebut dikenal sebagai AI Overviews. Teknologi ini memungkinkan Google menyajikan jawaban singkat, cepat, dan langsung di bagian atas hasil pencarian tanpa pengguna perlu membuka banyak website terlebih dahulu.
Langkah Google ini muncul di tengah persaingan ketat industri teknologi sejak kemunculan chatbot AI seperti OpenAI dan produknya, ChatGPT. Kehadiran AI generatif membuat pola pencarian informasi di internet mulai berubah secara global.
Baca Juga: Cara Membuat Kebun Tomat Gantung yang Hemat dan Produktif untuk Lahan Sempit
Google disebut tidak ingin tertinggal dalam persaingan teknologi AI. Karena itu, perusahaan mulai mengintegrasikan AI secara penuh ke dalam mesin pencarinya. Perubahan tersebut juga dinilai menjadi strategi Google untuk mempertahankan dominasi mereka di dunia pencarian internet.
Tidak hanya tampilan hasil pencarian yang berubah, cara pengguna berinteraksi dengan Google juga mulai berbeda. Pengguna kini dapat memperoleh jawaban lebih cepat, lebih personal, dan lebih ringkas tanpa perlu membaca banyak artikel panjang.
Namun perubahan ini juga memunculkan kekhawatiran dari pelaku industri media digital dan pengelola website. Sebab, jika pengguna cukup membaca jawaban AI dari Google, jumlah klik menuju situs berita dan website lain diperkirakan bisa menurun drastis.
Baca Juga: Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.803 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Pemicu
Beberapa analis teknologi bahkan menyebut perubahan Google Search dapat mengubah ekosistem internet secara keseluruhan. Website yang selama ini bergantung pada trafik pencarian organik diprediksi harus mulai beradaptasi dengan era pencarian berbasis AI.
Di sisi lain, sebagian pengguna just ru menyambut positif fitur baru tersebut karena dianggap lebih praktis dan efisien. Pengguna tidak perlu lagi membuka banyak tab hanya untuk mendapatkan jawaban sederhana.
Meski begitu, tidak sedikit pengguna yang masih menyukai tampilan klasik Google Search. Bahkan, muncul berbagai cara untuk mematikan fitur AI Overviews dan mengembalikan pencarian seperti versi lama.