Pengamat ekonomi menilai kritik yang disampaikan Tokunaga dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk memperbaiki kualitas implementasi investasi.
Indonesia dinilai memiliki banyak keunggulan yang membuat investor tertarik, seperti jumlah penduduk yang besar, pasar domestik yang luas, serta ketersediaan sumber daya alam.
Namun, berbagai potensi tersebut perlu didukung dengan iklim investasi yang lebih efisien dan kepastian regulasi yang lebih kuat.
Pemerintah sendiri terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan, digitalisasi layanan investasi, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Pemkot Bogor Percepat Normalisasi Saluran Air untuk Kurangi Risiko Genangan
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Kalangan dunia usaha juga berharap setiap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen semata.
Lebih dari itu, investasi harus dapat diwujudkan menjadi proyek yang berjalan sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Sorotan dari pengusaha Jepang tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya nilai kesepakatan yang diumumkan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pihak dalam merealisasikannya menjadi program yang nyata dan berkelanjutan.