JAKARTA – Berikabar.id | Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena astronomi langka berupa Blue Moon yang akan menghiasi langit pada Minggu (31/5/2026). Fenomena ini menjadi perhatian para pecinta astronomi karena tidak terjadi setiap bulan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengamat langit.
Meski dikenal dengan sebutan Blue Moon atau Bulan Biru, fenomena ini tidak membuat warna Bulan berubah menjadi biru. Istilah Blue Moon digunakan untuk menyebut purnama tertentu yang tergolong langka dalam siklus kalender astronomi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan bahwa masyarakat dapat mulai mengamati kemunculan Blue Moon sejak Bulan terbit di ufuk timur menjelang malam hari. Kondisi cuaca yang cerah menjadi faktor penting agar fenomena tersebut dapat terlihat dengan jelas.
Baca Juga: Viral Teror Pocong di Sejumlah Daerah, Polisi Tingkatkan Patroli Siber
Menurut penjelasan para peneliti astronomi, Blue Moon kali ini akan menjadi salah satu peristiwa langit yang menarik untuk diamati karena berdekatan dengan kemunculan bintang terang Antares. Bintang tersebut merupakan salah satu objek paling terang di langit malam dan berada di konstelasi Scorpius.
Kombinasi antara purnama dan kemunculan Antares diperkirakan akan menciptakan panorama langit yang menarik bagi masyarakat maupun fotografer astronomi. Karena itu, banyak komunitas pengamat bintang di berbagai daerah telah menyiapkan kegiatan observasi untuk menyaksikan fenomena tersebut.
BRIN merekomendasikan masyarakat untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya agar Blue Moon dapat terlihat lebih jelas. Area terbuka seperti pantai, perbukitan, lapangan luas, atau kawasan pedesaan menjadi pilihan terbaik dibandingkan wilayah perkotaan yang dipenuhi cahaya lampu.
Baca Juga: Pasca-Era Mbappe, PSG Justru Sukses Segel Gelar Juara Liga Champions
Selain menggunakan mata telanjang, fenomena ini juga dapat diamati melalui teleskop maupun kamera dengan lensa telefoto untuk mendapatkan hasil visual yang lebih detail. Penggunaan alat bantu optik memungkinkan pengamat melihat permukaan Bulan dengan lebih jelas.
Fenomena Blue Moon selalu menarik perhatian karena frekuensi kemunculannya yang relatif jarang dibandingkan purnama biasa. Meskipun tidak membawa dampak khusus terhadap kehidupan manusia, peristiwa ini menjadi momen penting dalam dunia astronomi dan edukasi sains.
Baca Juga: Dramatis! Tekuk Arsenal via Adu Penalti, PSG Back-to-Back Juara Liga Champions
Di media sosial, topik Blue Moon mulai ramai diperbincangkan sejak pagi hari. Banyak pengguna internet membagikan informasi terkait waktu pengamatan terbaik, lokasi strategis, hingga tips memotret Bulan menggunakan ponsel maupun kamera profesional.
Fenomena ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat ilmu astronomi. Para ahli berharap meningkatnya perhatian publik terhadap peristiwa langit dapat mendorong minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.
Dengan kondisi cuaca yang mendukung, masyarakat Indonesia diperkirakan dapat menikmati pemandangan Blue Moon secara optimal malam ini. Momen tersebut menjadi salah satu fenomena langit paling menarik yang dapat disaksikan sepanjang tahun 2026