Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Prasetyo menegaskan bahwa selama masa transisi kepemimpinan, pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama.
Karena itu, seluruh unit kerja di lingkungan BGN diminta tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal.
Pemerintah juga memastikan tidak ada penghentian maupun pengurangan layanan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG di lapangan.
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp 18.000, Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Ekonomi Global
“Pemerintah akan terus memastikan seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,” tegasnya.
Menurut Prasetyo, evaluasi dan penyegaran organisasi merupakan hal yang wajar dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
Ia menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak mengubah komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
Program tersebut tetap menjadi salah satu prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok yang membutuhkan.
Baca Juga: Hari Donor Darah Sedunia 2026, Paris Gelar Aksi Donor di Lokasi Bersejarah
Pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN mampu menghadirkan tata kelola yang lebih baik serta mempercepat pencapaian target program yang telah ditetapkan.
Selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, Program Makan Bergizi Gratis juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan sektor pangan dan pelaku usaha lokal di berbagai daerah.
Dengan adanya penyegaran organisasi ini, pemerintah optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan semakin kuat, efektif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.