Bandung - Berikabar.id | Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap menggulirkan Sistem Penerimaan Murid Baru tahun 2026 untuk sekolah reguler jenjang SMA, SMK, dan SLB. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, skema pendaftaran kali ini menghadirkan terobosan baru dengan adanya tahap pemetaan siswa sebelum memasuki fase inti. Pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan bahwa agenda penerimaan reguler ini sepenuhnya terpisah dari program Sekolah Maung yang baru saja diluncurkan.
Melalui akun Instagram resminya, diumumkan bahwa sistem akan memetakan peluang lolos calon peserta didik baru ke sekolah tujuan terlebih dahulu sebelum mereka mendaftar di Tahap 1 maupun Tahap 2. Proses pemetaan ini mengacu pada beberapa indikator utama seperti jarak tempat tinggal atau domisili, rekam jejak prestasi, nilai rapor, jalur pilihan, serta kapasitas daya tampung sekolah.
Baca Juga: Trailer Baru Spider-Noir Rilis, Nicolas Cage Tampil Misterius di Serial Prime Video
Jika berdasarkan hasil pemetaan tersebut siswa dinyatakan lolos di sekolah bidikannya, ada dua opsi tindakan yang bisa diambil. Opsi pertama adalah menerima hasil, di mana pilihan sekolah akan otomatis terkunci dan siswa bisa langsung melakukan daftar ulang. Opsi kedua adalah menolak hasil, yang berarti siswa tetap berhak mencoba peruntungan dengan mendaftar lewat jalur reguler pada pendaftaran Tahap 1 atau Tahap 2. Sementara itu, bagi siswa yang belum beruntung atau dinyatakan belum lolos di sekolah impiannya, sistem canggih ini akan secara otomatis memberikan rekomendasi berupa daftar sekolah alternatif lain yang kuotanya masih belum terpenuhi.
Proses seleksi secara keseluruhan akan diawali dengan fase Pemetaan Calon Murid Baru yang mencakup aktivitas membaca informasi, mengisi survei, hingga melihat hasil akhir pemetaan. Agenda ini dimulai dengan input data pemetaan serta verifikasi dan masa sanggah yang berlangsung secara bersamaan mulai tanggal 29 Mei hingga 8 Juni 2026, yang kemudian disusul oleh pengumuman hasilnya pada tanggal 12 Juni 2026.
Baca Juga: Amerika dalam Bayang-Bayang Teori Ibnu Khaldun, Benarkah Sedang Masuk Fase Kemunduran?
Setelah fase pemetaan selesai, agenda berlanjut ke pendaftaran Tahap 1 yang registrasi pendaftaran serta verifikasi dan masa sanggahnya dijadwalkan pada tanggal 15 hingga 19 Juni 2026. Setelah itu, rapat dewan guru akan digelar pada 23 Juni, diikuti pengumuman kelulusan pada 24 Juni, dan diakhiri dengan proses daftar ulang bagi siswa yang lolos pada tanggal 26 hingga 29 Juni 2026. Bagi yang belum terjaring, pendaftaran Tahap 2 akan dibuka dengan jadwal registrasi serta verifikasi dan masa sanggah pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Tahapan ini kemudian akan dilanjutkan dengan rapat dewan guru pada 8 Juli, pengumuman kelulusan pada 10 Juli, dan diakhiri proses daftar ulang pada tanggal 13 hingga 14 Juli 2026.
Baca Juga: Khutbah Jumat 29 Mei 2026: Makna Kurban dan Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Bagi calon pendaftar, penting juga untuk memperhatikan porsi daya tampung atau kuota yang disediakan pada masing-masing jenjang sekolah. Untuk jenjang SMA, alokasi kuota terbesar diberikan kepada jalur domisili sebesar 35 persen, disusul oleh jalur prestasi dan jalur afirmasi yang masing-masing mendapatkan porsi 30 persen, sementara sisa 5 persen dialokasikan untuk jalur perpindahan tugas atau mutasi. Di sisi lain, pembagian kuota untuk jenjang SMK menempatkan jalur prestasi sebagai porsi terbesar yaitu hingga 55 persen, diikuti oleh jalur afirmasi sebesar 30 persen, jalur domisili sebanyak 10 persen, dan jalur perpindahan tugas atau mutasi sebesar 5 persen.
Sumber: Kompas.com