nasional

Purbaya Sebut Rupiah Sentuh Rp17.800 per Dolar AS Tidak Rasional, Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Stabil

Jumat, 29 Mei 2026 | 08:58 WIB
Abstratct architecture background with a row of white arches and column forming a circular tunnel, with sunlight illuminating the wide space, casting shadows and a light pattern on the floor. White glossy material reflecting the three-dimensional elements gives the scene a modern and futuristic architectural style. Wideangle view. Copy space. (Maxiphoto)

berikabar.id| Nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat menjadi perhatian publik dan pelaku pasar. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah hingga menyentuh angka tersebut tidak rasional apabila melihat kondisi ekonomi Indonesia yang saat ini masih terjaga.

Menurut Purbaya, fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Ia menegaskan bahwa pelemahan mata uang biasanya terjadi ketika kondisi ekonomi sebuah negara sedang mengalami tekanan berat, sedangkan Indonesia dinilai masih memiliki stabilitas ekonomi yang baik.

Baca Juga: Warga Sukasari Antusias Terima Daging Kurban Bantuan Presiden Prabowo

Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan pasar keuangan secara menyeluruh, termasuk pergerakan rupiah, pasar obligasi, hingga arus modal asing. Meski nilai tukar mengalami tekanan, kondisi pasar keuangan nasional disebut masih dalam tahap aman dan terkendali.

Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, hingga tensi geopolitik internasional yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan dunia.

Purbaya juga memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk mengubah asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, pemerintah sebelumnya telah melakukan berbagai simulasi terhadap kemungkinan pelemahan rupiah maupun kenaikan harga komoditas global.

Baca Juga: Crystal Palace juara Conference League 2026 usai menang 1-0 atas Rayo Vallecano di final Leipzig, Jerman dini hari. Cetak sejarah baru. UE

Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia terus melakukan koordinasi guna menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah penguatan pasar obligasi dan pengendalian yield juga dilakukan agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar.

Ia menyebut mulai ada tanda positif dari pasar, terutama setelah sejumlah investor asing kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi nasional masih cukup tinggi meski pasar global sedang bergejolak.

Di sisi lain, pelemahan rupiah tetap menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya produksi industri, hingga harga kebutuhan pokok di dalam negeri. Jika tekanan berlangsung lama, kondisi tersebut dapat berdampak pada daya beli masyarakat.

 Baca Juga: Trailer Baru Spider-Noir Rilis, Nicolas Cage Tampil Misterius di Serial Prime Video

Pemerintah berharap situasi global segera membaik sehingga pasar keuangan kembali stabil dan tekanan terhadap rupiah dapat mereda. Purbaya optimistis ekonomi Indonesia masih mampu bertahan menghadapi tantangan global selama koordinasi kebijakan tetap berjalan dengan baik.

Tags

Terkini