nasional

BGN Hentikan Sistem Bundling MBG, Distribusi Makan Bergizi Gratis Kini Lebih Efisien

Rabu, 27 Mei 2026 | 09:30 WIB
BGN Hentikan Sistem Bundling MBG, Distribusi Makan Bergizi Gratis Kini Lebih Efisien

Berikabar.id | Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sistem bundling dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan baru ini diterapkan sebagai bagian dari langkah efisiensi dan peningkatan kualitas distribusi makanan kepada para penerima manfaat di berbagai daerah Indonesia.

Keputusan tersebut diumumkan BGN dalam siaran pers terbaru yang menegaskan bahwa pola distribusi MBG kini akan dilakukan dengan sistem yang lebih terukur dan efektif. Penghentian sistem bundling dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga hingga sampai kepada penerima program. 

Baca Juga: Bruno Fernandes Ukir Sejarah! Kapten Manchester United Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris

Sebelumnya, sistem bundling diterapkan ketika terdapat hari libur atau kondisi tertentu sehingga distribusi makanan dilakukan sekaligus dalam jumlah lebih banyak. Namun pola tersebut dinilai memiliki sejumlah kendala, terutama terkait kualitas makanan dan efektivitas distribusi di lapangan.

BGN menyebut langkah efisiensi ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Selain menghentikan bundling, BGN juga melakukan penyesuaian jadwal distribusi makanan di sejumlah wilayah. 

Baca Juga: Istana Ungkap Anggaran Sapi Kurban Prabowo Capai Rp100 Miliar, Bersumber dari Banpres

Dalam kebijakan terbaru, distribusi MBG akan lebih difokuskan pada pola penyaluran harian yang dianggap lebih aman dan menjaga kualitas makanan tetap layak konsumsi. Pemerintah ingin memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan dengan standar mutu yang baik.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas kesehatan dan mengurangi angka kekurangan gizi di Indonesia.

BGN menilai evaluasi terhadap sistem distribusi perlu dilakukan secara berkala mengingat cakupan program yang sangat besar dan melibatkan ribuan titik layanan di berbagai daerah. Saat ini program MBG terus diperluas dengan pengawasan yang diperketat agar pelaksanaannya tepat sasaran. 

Baca Juga: Google Search Dirombak Total, Pengguna Internet Mulai Beralih ke Pencarian Berbasis AI

Selain soal distribusi, BGN juga mulai memperkuat pengawasan kualitas makanan dengan memanfaatkan teknologi digital. Baru-baru ini lembaga tersebut meluncurkan aplikasi pemantauan kualitas makanan untuk mendukung pengawasan secara real-time di sekolah dan titik distribusi MBG. 

Langkah efisiensi yang dilakukan BGN juga mencakup pengaturan jadwal distribusi menjadi lima hari dalam sepekan di sejumlah wilayah. Kebijakan tersebut disebut dilakukan agar operasional program lebih efektif tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. 

Program MBG selama ini menjadi perhatian publik karena memiliki cakupan penerima manfaat yang sangat luas. Pemerintah bahkan terus menambah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas jangkauan program di berbagai daerah Indonesia.

Baca Juga: Perbedaan Minecraft Bedrock dan Minecraft Pocket Edition, Gamer Wajib Tahu Sebelum Main

Halaman:

Tags

Terkini