bisnis

Bitcoin Anjlok Jadi Aset Terbesar Ke-13 Dunia, Investor Mulai Beralih ke Emas dan Saham AI

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:08 WIB
Bitcoin Anjlok Jadi Aset Terbesar Ke-13 Dunia, Investor Mulai Beralih ke Emas dan Saham AI

 

Berikabar.id| Bitcoin kembali mengalami tekanan besar sepanjang 2026 setelah nilainya terus melemah dan turun dari daftar aset terbesar dunia. Aset kripto terbesar tersebut kini berada di posisi ke-13 global berdasarkan kapitalisasi pasar, seiring perpindahan dana investor menuju logam mulia dan saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

Penurunan harga Bitcoin membuat kapitalisasi pasarnya menyusut hingga sekitar US$1,5 triliun. Dalam laporan terbaru, harga Bitcoin tercatat turun sekitar 11 persen sejak awal tahun dan hampir 30 persen dalam periode 12 bulan terakhir.

Di tengah melemahnya pasar kripto, investor global justru mulai memburu aset yang dianggap lebih aman dan memiliki prospek pertumbuhan tinggi. Logam mulia seperti emas dan perak menjadi salah satu tujuan utama perpindahan modal tersebut. Harga emas bahkan sempat mencetak rekor hingga US$5.600 per ons sebelum akhirnya terkoreksi di kisaran US$4.486 per ons.

Baca Juga: Lowongan Magang Kementerian Sekretariat Negara 2026 Dibuka, Siswa SMK dan Mahasiswa Bisa Daftar

Sementara itu, harga perak ikut melonjak tajam hingga menyentuh US$120 per ons dan kini diperdagangkan di sekitar US$76 per ons. Kenaikan tersebut membuat perak masuk jajaran aset terbesar dunia dan memperkuat status logam mulia sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Tidak hanya logam mulia, sektor teknologi berbasis AI juga mengalami lonjakan signifikan. Saham perusahaan semikonduktor seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), Broadcom, hingga Micron Technology berhasil melampaui kapitalisasi pasar Bitcoin. Tren tersebut menunjukkan bahwa investor mulai melihat industri AI sebagai sektor dengan pertumbuhan paling menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Guarani vs Cerro Porteño Jadi Sorotan, Duel Sengit Liga Paraguay Diprediksi Memanas

ETF teknologi berbasis AI bahkan dilaporkan naik lebih dari 30 persen dalam satu tahun terakhir. Kondisi itu berbanding terbalik dengan performa Bitcoin yang masih mengalami tekanan akibat ketidakpastian pasar kripto global.

Analis menilai pergeseran investasi ini dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia, tensi geopolitik, serta kebijakan suku bunga global. Dalam situasi tersebut, investor cenderung memilih instrumen yang dianggap lebih stabil seperti emas dan sektor teknologi yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar percaya Bitcoin masih memiliki peluang untuk bangkit apabila kondisi pasar kripto kembali stabil dan minat investor terhadap aset digital meningkat. Namun untuk saat ini, dominasi Bitcoin sebagai salah satu aset terbesar dunia mulai tergerus oleh kebangkitan logam mulia dan industri AI global.

Tags

Terkini