Zona Hijau Covid-19, Mutu Pendidikan dan Geliat Ekonomi di Kendari Membaik

302
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat diwawancarai sejumlah awak media
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id – Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot vaksinasi bagi pelajar dan warganya di tengah masa pandemi. Dibawah kepemimpinan Sulkarnain Kadir dan Siska Karina Imran, angka kasus Covid-19 di Kota Kendari juga terus mengalami penurunan pasca dihantam varian delta yang menyebabkan sebagian wilayah lainnya harus kelimpungan.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain mengatakan bahwa saat ini kondisi di Kota Kendari sudah memasuki zona hijau, seluruh kelurahan di Kota Kendari tercatat sudah aman, bahkan di Rumah Sakit tidak ada lagi pasien yang dirawat. Hal ini tentu berdampak positif bagi pendidikan dan ekonomi warga. Dikatakannya, angka kasus covid-19 yang terus membaik berdampak pula pada proses pembelajaran tatap muka, dimana sebelumnya sama sekali tidak dibolehkan, saat ini sudah ada keputusan untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dengan kuota 50 persen.

“Nanti di awal November kita akan evaluasi lagi, namun sejauh ini kita sudah siap hanya saja ada beberapa sekolah seperti kekurangan handsanitizer dan alat pengukur suhu. Kalau memungkinkan untuk tatap muka 100 persen pasti kita akan lakukan,” katanya usai menghadiri Bulan Inklusi Keuangan (BIK), Jumat (22/10/2021).

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa meskipun sudah memasuki zona hijau namun pemerintah akan tetap waspada terhadap penyebaran virus tersebut. Ia tidak ingin lengah dengan status zona hijau. “Status zona hijau ini jangan sampai membuat kita lengah kita tetap waspada karena covidnya masih mengintai. Penerapan protokol kesehatan masih tetap harus dilakukan bagi seluruh warga yang berkegiatan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa dengan PTM terbatas yang dilakukan saat ini akan terus memperbaiki kualitas pendidikan dan semangat belajar anak didik pasti akan terus bertambah. Tapi, tidak hanya pada mutu pendidikan, Sulkarnain mengatakan bahwa pandemi yang sudah terjadi dalam kurun waktu dua tahun ini tentu saja ikut menghantam perekonomian warga, untuk itu pihaknya juga terus berupaya untuk memberikan kelonggaran dan berbagai dukungan kepada pelaku UMKM.

Gubernur Sultra, Ali Mazi meninjau sejumlah pelaku usaha yang terlibat dalam event inklusi keuangan

Hal tersebut dapat dilihat dari geliat pelaku UMKM yang berusaha untuk terus bangkit pasca pandemi. Dikatakan Sulkarnain, pihaknya juga terus memberikan dorongan untuk pelaku usaha termasuk sejumlah event yang sudah mulai dilonggarkan aturannya. Keberhasilan Sulkarnain dan Siska Karina Imran juga dapat dilihat dengan capaian yang diraih hari itu yakni berhasil menjadi salah satu kepala daerah di Sultra yang dinilai berhasil dalam mendukung inklusi keuangan meskipun di masa pandemi.

“Salah satu dukungan kita seperti terselenggaranya kegiatan hari ini (BIK), sehingga banyak pelaku usaha yang juga terlibat, ikut memperlihatkan apa yang dihasilkan dan dijual,” tandasnya.

Menurutnya, dengan diizinkannya sejumlah event diselenggarakan maka akan memancing gairah bagi pelaku UMKM untuk terlibat di dalamnya dan sudah pasti perputaran uang akan terjadi dalam sebuah event. “Beberapa event sudah mulai kita dorong tapi tetap dengan terukur dan tetap protokol kesehatan itu menjadi perhatian utama,” katanya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir saat menerima penghargaan Dilan Award yang diberikan OJK Sultra karena mendukung inklusi keuangan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Nahwa Umar mengungkapkan bahwa untuk agar Kota Kendari terus menjadi daerah dengan zona hijau maka pihaknya gencar memberikan sosialisasi dan melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak seperti TNI/Polri agar seluruh masyarakat mau melakukan vaksinasi. Ia juga menyebutkan bahwa warga Kota Kendari yang sudah melakukan vaksinasi sudah mencapai di angka 62 persen.

“Saat ini data yang ada pada kami warga yang sudah melakukan vaksinasi baik itu dosis 1 dan 2 yakni di angka 62 persen, ini akan terus kita genjot hingga mencapai angka 100 persen,” bebernya saat ditemui pekan lalu.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya agar dengan vaksinasi ini bisa memperbaiki mutu pendidikan dan tingkat pendapatan bagi warga. Pasalnya, kekebalan tubuh atau hard immunity yang didapatkan usai melakukan vaksinasi akan berdampak positif bagi warga dalam menjalankan aktivitas di luar rumah.

Salah seorang pelajar di SMAN 2 Kendari saat mengikuti vaksinasi di SMAN 2 Kendari

Ketua Osis SMAN 2 Kendari, Indri Ananda juga menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah yang terus menggenjot adanya vaksinasi bagi pelajar. Menurut Indri, dengan vaksinasi maka seluruh pelajar bisa segera melakukan proses belajar secara offline atau luring.

“Sesuai dengan janji Pak Jokowi, kalau keadaan sudah memungkinkan maka kita bisa belajar dengan tatap muka salah satu caranya dengan vaksinasi ini, tentu kalau kita bisa belajar dengan tatap maka proses penerimaan materi dari guru akan lebih baik dan kami sebagai siswa akan lebih termotivasi,” katanya.

Kota Kendari yang saat ini menjadi Zona Hijau Covid-19, juga berdampak ke para pelaku usaha. Putry, salah seorang pedagang pakaian anak menuturkan bahwa sudah banyak pelanggan yang juga datang langsung ke tokonya untuk membeli secara langsung.

“Senang sekali, kalau dulu hanya mengandalkan online tapi sekarang sudah bisa online dan offline, toko kami juga sudah lebih banyak dikunjungi, karena kan kalau lihat langsung juga pasti akan beda, itu juga berdampak pada pemasukan kami yang semakin meningkat,” pungkasnya.

Sitti Harlina

Facebook Comments