Wimboh Santoso Paparkan Lima Master Plan 2021-2025

297
Istimewa
berikabar.id

Jakarta, Berikabar.id – Stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan baik di tahun 2020 di tengah tekanan ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Untuk tetap mempertahankan hal tersebut, OJK sudah menyiapkan berbagai kebijakan stimulus lanjutan untuk tetap menjaga industri jasa keuangan dan meningkatkan kontribusinya dalam mendorong serta memulihkan perekonomian nasional yang termuat dalam Masterplan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021 – 2025.

Hal tersebut dipaparkan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang digelar secara virtual, Jumat (15/1/2021).

“Secara struktural, industri jasa keuangan harus menyelesaikan berbagai hal di antaranya daya saing dan skala ekonomi yang masih terbatas, masih dangkalnya pasar keuangan, kebutuhan akan percepatan transformasi digital di sektor jasa keuangan, pengembangan Industri Keuangan Syariah yang belum optimal dan ketimpangan Literasi dan Inklusi Keuangan,” katanya.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, OJK telah menyusun kebijakan komprehensif dalam mengembangkan sektor jasa keuangan yang termuat dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025 yang diluncurkan pada pertemuan ini.

“Master Plan ini diharapkan dapat menjawab tantangan jangka pendek dari pandemi Covid-19 dan tantangan struktural dalam mewujudkan sektor jasa keuangan nasional yang berdaya saing, kontributif dan inklusif,” harapnya.

MPSJKI 2021 – 2025 akan fokus pada lima prioritas, yaitu:
1. Kebijakan stimulus program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
2. Penguatan ketahanan dan daya saing sektor jasa keuangan.
3. Pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan.
4. Akselerasi transformasi digital di sektor jasa keuangan.
5. Penguatan kapasitas internal OJK.

Sitti Harlina

Facebook Comments