Wartawan di Koltim Diserang OTK, PWI Kolaka Desak Polisi Tangkap Pelakunya

261
berikabar.id

KOLAKA TIMUR : Salah satu wartawan media online di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Abdul Rahim tiba – tiba diserang oleh orang tidak di kenal (OTK) di depan Pasar Poni-poniki, Kecamatan Tirawuta Rabu (5/8/2020), sekira pukul 01.00 wita dini hari.

Akibatnya, Abdul Rahim mengalami luka yang cukup serius, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Tirawuta untuk menjalani perawatan.

NS, sahabat Abdul Rahim mengatakan, bahwa kejadian yang dialami korban terjadi sekitar pukul 01.00 Wita dini hari, saat bertolak dari posko salah satu kandidat Calon Bupati Kolaka Timur.

“Kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wita, dia di tendang dari belakang saat naik motor oleh orang yang tidak di kenal. Pelakunya menggunakan motor yang lampunya sengaja dimatikan. Kuat dugaan saudara Rahim sudah dibuntuti saat keluar dari posko,” tulis NS pada pesan singkat WA.

Saat ini, kata dia, korban sedang menjalani perawatan di Puskesmas Tirawuta setelah di tolong oleh rekan – rekannya.

“Korban sudah di rawat di Puskesmas, korban sempat diberikan bantuan oksigen karena sesak nafas dan demam,” katanya.

Sementara itu, Abdul Rahim menerangkan, peristiwa nahas itu menimpa dirinya saat tengah mengendarai motor, dan tiba-tiba ada OTK yang juga mengendarai motor dengan lampu motor dimatikan menendang korban dari belakang.

Ketua PWI Kolaka, Armin Arsyad menegaskan, wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pada Pasal 2 menegaskan, kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.

Lebih lanjut, Armin menjelaskan, dalam Pasal 4 ditegaskan, bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Ditambahkannya, bagi pihak yang menghalang-halangi kerja jurnalis, melanggar Pasal 18 ayat 1 yakni, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).

PWI Kolaka mengecam keras tindakan kekerasan yang mengancam nyawa Abdul Rahim. Olehnya itu, lanjut Armin, pihaknya mendesak Kapolres Kolaka, AKBP Saiful Mustofa untuk mengusut dan menangkap pelaku penyerangan kepada wartawan.

Armin juga mengimbau semua pihak di Kabupaten Koltim untuk menghormati tugas jurnalis, karena dilindungi undang-undang. Jika ada yang menganjal akibat pemberitaan, hendaknya di musyawarahkan dengan baik, tanpa adanya kekerasan dan teror.

“Saya juga mengimbau masyarakat kabupaten Kolaka Timur yang juga merupakan wilayah kerja PWI Kabupaten Kolaka, untuk selalu menjaga stabilitas keamanan menjelang Pilkada yang rencananya akan digelar Desember 2020 mendatang.


Source : KiatNews.id

Facebook Comments