Validasi Data Perdana Keluarga Serentak Nasional 2021, BKKBN Menyasar 685.833 KK Se-Sultra

306
Gubernur Sultra, Ali Mazi, audiensi bersama pihak BKKBN Sultra, membahas pencanangan data keluarga nasional 2021/Foto: BKBBN Sultra.
berikabar.id

Kendari, berikabar.id- Pendataan perdana keluarga serentak nasional 2021 mulai dilaksanakan oleh BKKBN Sultra di bawah komando Gubernur Sultra, Ali Mazi, sejak 1  April 2021. Validasi pendataan di Sultra kali ini menyasar 685.833 Kepala Keluarga (KK). Kepala BKKBN Sultra, Asmar, mengatakan, validasi data ini merupakan acuan bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan dimulai dari perencanaan yang baik, dan perencanaan berdasarkan data yang akurat. Pendataan Keluarga tahun 2021 menghasilkan data mikro keluarga secara by name by address sebagai penyediaan data atau dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan,” kata Asmar.

Menurutnya, pendataan keluarga tahun 2021 juga penting dilakukan untuk memotret dan mengenali keluarga Indonesia.

Selain itu katanya, pendataan juga dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala keluarga Indonesia dalam fungsi vital di bidang kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

“Pendataan Keluarga tahun 2021, menyediakan profil pasangan usia subur, keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja, keluarga dengan lansia, dan aspek kesejahteraan keluarga by name by address yang tidak tersedia secara lengkap pada sumber data manapun,” katanya.

Pendataan keluarga secara serentak 2021 di Sultra tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan selalu mencuci tangan atau 3M.

BKKBN Sultra, kata Asmar, juga  melibatkan 6.642 kader yang bekerja dimulai 1 April sampai 31 Mei 2021 dengan sasaran pendataan sebanyak 685.833 KK di 17 kabupaten kota se-Sultra.

“Pendataan nantinya ada dua, ada yang mendata menggunakan smartphon sebanyak 3.345 kader dan ada yang mendata manual melalui formulir sebanyak 3.297 kader, Khusus Kota Kendari dan Kota Baubau pendataan keluarga semua menggunakan smartphone,” ungkapnya.

Tahap awal pencanangan pendataan perdana keluarga serentak nasional tahun 2021 di Provinsi Sultra ini juga ditandai dengan pertemuan yang diselenggarakan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Asmar, Koordinator Bidang Adpin BKKBN Sultra, Agus Salim, jajaran eselon dan staf kantor BKKBN Provinsi Sultra serta petugas pendataan dari Dinas Dalduk KB Kota Kendari. di rujab Gubernur Sultra, Kamis (01/03/2021).

“Pendataan keluarga dilakukan untuk validasi data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. Untuk menyukseskan pendataan keluarga 2021 ini, saya imbau masyarakat untuk mendukung program pendataan keluarga ini dengan memberikan data yang benar, jujur dan akurat,” kata Ali Mazi.

Pendataan ini kata dia, juga dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program Keluarga Berencana, serta mendeteksi keluarga yang memiliki Batuta (Bayi dibawah usia tujuh tahun) dengan gizi buruk atau stunting.

“Ada dua point penting dari pendataan ini yakni mengukur sejauh mana keberhasilan program Keluarga Berencana, dan juga untuk mendata keluarga yang memiliki Batuta dengan gizi buruk atau stunting,” ujarnya.

Ali Mazi juga menyampaikan keprihatinannya soal kasus stunting. Menurutnya, kasus stunting atau keterlambatan pertumbuhan otak dan tubuh anak harus menjadi catatan penting pemerintah, khususnya di Sultra yang dikenal kaya dengan berbagai sumber daya alam (SDA).

“Kasus stunting ini bukan karena daerah itu miskin, tetapi karena pola asuh dari ibu terhadap anaknya yang tidak memperhatikan standar gizi,” ungkapnya.

Ali Mazi berharap BKKBN Sultra terus berkoordinasi bersama pemerintah daerah, mengingat lembaga ini telah diberi tanggung jawab oleh pemerintah pusat untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penanganan kasus stunting.

“Kami mendukung dan menyukseskan setiap program BKKBN Sultra, terutama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di daerah,”pungkasnya.

 

ER

 

Facebook Comments