Strategi Teramesa Project Menjaga Bisnis Tetap Bertahan di Masa Pandemi

492
Founder Teranesa Project, Mirkas. Foto: Lala.
berikabar.id

Kendari, Berikabar.idPandemi Covid-19 yang menjangkiti wilayah Indonesia sejak beberapa bulan belakangan ini berefek pada melemahnya sub sektor penunjang perekonomian negara, tak terkecuali di lini Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjamur di berbagai wilayah nusantara.

Para pelaku UMKM pun diharuskan berpikir ekstra agar bisnis yang dirintis tetap eksis, seiring dengan upaya pemerintah mengupayakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), mulai dari penyaluran bantuan modal usaha, hingga restrukturisasi kredit bagi masyarakat yang terdampak pandemi.

Upaya mempertahankan eksistensi bisnis ini juga dilakukan oleh Mirkas, pendiri Tenggara Media Perkasa (Teramesa) Project, perusahaan yang menaungi dua cabang usaha kecil di Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Strategi bisnis yang diterapkan oleh Teramesa Project, kata Mirkas, selalu dimulai dengan doa, optimisme disusul dengan membudayakan kerja cerdas,  disiplin dalam teamwork, kejelian melihat peluang, dan yang terpenting adalah meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kesuksesan sebagian besar ditunjang oleh kemauan dan kerja cerdas, disusul kemampuan memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.

“Kami tak memungkiri mengalami penurunan omset hingga 50 persen selama pandemi ini. Tapi dengan kreatifitas mengelola usaha, kami setidaknya memahami bahwa  tetap selalu ada peluang meski di tengah kesulitan,” imbuhnya.

Mirkas diketahui mendirikan Teramesa Project sejak pertengahan Tahun 2019. Ia melibatkan kelompok pemuda di sekitar rumahnya, untuk bergabung mendirikan usaha barbershop (tukang cukur) dan usaha kuliner.

“Modalnya swadaya, berkisar 2 sampai 5 juta rupiah. Kami melibatkan 8 orang pemuda yang  masing-masing menjalankan dua jenis usaha itu,” katanya.

Profit yang diperoleh dari usaha ini, menurut Mirkas, tak dipungkiri merosot 50 persen sejak pandemi. Meski begitu, menurutnya tetap ada pemasukan yang kemudian digunakan untuk biaya operasional usaha dan fee masing-masing pekerja. Soal modal, saat ini Teramesa masih mengandalkan modal pribadi. Belum ada akses permodalan dari pemerintah setempat. Meski begitu, ia optimis merintis cabang usaha lainnya yakni produksi batako.

Ia juga menegaskan, selama pandemi Teramesa menerapkan prosedur kesehatan dalam melayani konsumen.

“Tentu kita tetap mematuhi imbauan pemerintah dalam meminimalisir penularan Covid-19, dengan menerapkan prosedur kesehatan 3M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pungkasnya.

Penulis: ERNILAM

Facebook Comments