Rusman Emba Angkat Bicara Soal Tudingan Politisasi Hasil Swab Rajiun Tumada

292
berikabar.id

Kendari-Bupati Muna, Rusman Emba, angkat bicara soal hasil swab Rajiun Tumada yang menggiring opini liar publik belakangan ini. Menurut Rusman, gejala kontroversi mulai terlihat pasca ia mengumumkan kondisi terakhir penyebaran covid-19 di Muna. Rusman mengatakan, tudingan bahwa ia mempolitisasi hasil swab rival politiknya, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, sangat keliru.

“Terkait tahap pertama konferensi pers di Muna, kita pakai inisial. Setelah medsos terbuka, kami semakin tegas menyampaikan. Persoalan nama (Rajiun Tumada), itu yang kemudian dikembangkan kemana-mana,” kata Rusman, kepada awak media di Kendari, Jumat (11/9/2020).

RE mengaku, tak ada niat mempolitisasi data pasien, yang secara kebetulan merupakan rival politiknya di panggung pilkada Muna. Tujuan utama dari pengumuman itu, adalah menyampaikan secara terbuka kondisi real data sebaran covid-19 di Sultra, khususnya di Muna, yang terpantau sporadis, atau penyebarannya cenderung acak dan tidak merata. Sehingga ia dalam kapasitasnya sebagai Bupati sekaligus ketua Gugus Tugas Covid-19 di Muna, merasa wajib menyampaikan secara transparan demi menghindari penularan yang lebih masif lagi.

“Kami bersifat terbuka menyampaikan informasi agar tidak simpang siur. Intinya ada yang terpapar, hasil dari laporan gugus tugas Provinsi. Dari bulan dua kita mengalami hal ini, ada cluster dari Kabupaten Muna. Sehingga kami mengambil langkah yang lebih konkrit, saya menyampaikan ini dalam kapasitas saya sebagai ketua gugus tugas covid-19. Dan sebagai bupati saya mengambil langkah preventif untuk mencegah agar persoalan ini tidak meluas,” urai Rusman.

Ia juga mengimbau, agar publik tidak menggiring opini negatif sehingga menimbulkan keraguan terhadap kompetensi tenaga medis. Menurut RE, covid-19 juga bukan aib, sehingga Cakada yang terpapar covid-19 wajib menyampaikan secara terbuka demi menghindari potensi penularan yang lebih masif.

“Sebagai negarawan, Rajiun Tumada sebaiknya menyampaikan secara jujur apa yang disampaikan gugus tugas, terutama soal hasil swab positif atau negatif harus disampaikan secara terbuka. Persoalan politik atau persoalan hukum kita berbicara keada aspek lain. Saat ini kita bicara soal kesehatan, khususnya bagaimana menanggulangi agar covid-19 ini tidak menyebar lebih luas,” katanya.

“Dengan kejujuran ini masyarakat juga bisa tenang, kemudian soal proses hukum, itu ada momentum lain. Dua minggu ini kita fokus dulu rapid tes massal sekaligus melacak kontak erat pasien covid-19 di Muna,” pungkasnya.

 

Penulis: Himeka Gayatri

Editor: Anadalo Ilmi

Facebook Comments