PT Vale Kembali Panen Raya Padi SRI Organik di Desa Kolono

145
Panen raya padi SRI Organik di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur Morowali,
berikabar.id

Morowali, Berikabar.id Buah manis program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali merekah. Kali ini, program tersebut kembali memberikan kabar baik dengan digelarnya panen raya padi SRI Organik di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada kamis, 14 Juli 2022. Panen ini adalah salah satu hasil dari penerapan program musim pertama yang dilakukan di area persawahan seluas 1,1 ha  milik 12 orang petani dan untuk musim kedua penerapan direncanakan akan diterapkan di area persawahan seluas 5,2 ha milik 32 petani.

Panen yang dilakukan di lahan milik Ibu Fadlun. Pada saat panen raya  sejumlah stakeholder terkait hadir, diantaranya Wakil Bupati Morowali, Najamudin, Camat Bungku Timur, Sukman Gamal dan perwakilan Manajemen PT Vale, Ridwan Banda.

Wabup Morowali berharap hadirnya PT Vale dapat memberi dampak positif khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga bisa menekan angka kemiskinan.

“Harapannya dengan hadirnya PT Vale mampu memberi dampak positif pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan di Morowali”, harapnya.

Sementara itu, Senior Manager HSER IGP Blok Bahodopi PT Vale, Ridwan Banda menuturkan,  program ini dilaksanakan guna mendorong pertanian yang ramah lingkungan melalui sistem pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan peningkatan. Hal tersebut dalam rangka mewujudkan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Sehat adalah investasi terbesar. Sehat merupakan hal yang selalu diharapkan semua orang, maka salah satu cara yang kita lakukan adalah dengan melalui SRI padi organik ini”, tuturnya.

Lanjutnya, melalui bidang Health Safety Environtmental PT Vale, program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah. Selain itu kata Ridwan, residu limbah sisa industri tidak lagi menjadi momok dan harus bernilai baik secara ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat.

“Dengan adanya program ini, kita mengetahui bahwa sampah yang dibuang dapat menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Semoga program ini terus berkelanjutan dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah”, paparnya.

Harlina

Facebook Comments