Protein Whey Dalam ASI Diklaim Mampu Membentuk Antibodi Virus Secara Alami

310
Virus tidak mampu mengikat atau memasuki sebagian besar sel dari ASI. Jika virus terlanjur memasuki sel, virus tidak dapat menggandakan dirinya sendiri. Dokumentasi: dailymail.uk.
berikabar.id

Berikabar.id-Tim Beijing University of Chemical Technology melakukan sederet penelitian dengan mencampurkan virus dan sel sehat ke dalam objek penelitian mereka. Hasil penelitian yang kemudian dipublikasikan di situs bioRxiv.org ini diketahui mengekspos penelitian terhadap paru-paru dan sel usus manusia ke SARS-CoV-2.

Mereka juga menganalisis sel sehat ASI pada manusia di Tahun 2017, jauh sebelum pandemi Covid-19.

Sel-sel sehat dari ASI ini kemudian dicampurkan ke dalam virus. Hasi penelitian kemudia  menunjukkan bahwa virus yang sengaja dipaparkan ini tidak mengikat atau memasuki sebagian besar sel sehat dari kandungan ASI. Saat virus memasuki sel, virus tidak dapat menggandakan dirinya sendiri.

Susu dari hewan seperti sapi dan kambing, menekan strain virus sekitar 70 persen. Sedangkan ASI manusia menekan hampir 100 persen strain virus.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) sendiri merekomendasikan kepada tiap ibu yang dicurigai atau dikonfirmasi Covid-19 untuk terus menyusui. Penelitian juga menunjukkan, kandungan ASI yang terinfeksi memiliki antibodi yang dapat membantu melindungi bayi agar tidak terinfeksi oleh novel coronavirus (Covid-19).

Selain itu, para peneliti di sebuah laboratorium di China menemukan bahwa ASI mencegah patogen virus menginfeksi dan berkembang biak di dalam sel, bahkan jika anak tersebut tidak memiliki antibodi.

Dalam studi sebelumnya, tim peneliti yang sama juga menemukan ASI mampu mencegah infeksi virus corona pada sel ginjal hewan.

Mereka mengklaim protein whey dari ASI memiliki sifat anti-inflamasi yang bertanggung jawab untuk menonaktifkan virus.

“Whey protein dari ASI manusia secara efektif menghambat SARS-CoV-2. Cara kerjanya dengan memblokir pelekatan virus, masuk dan bahkan mereplikasi virus setelah masuk,” kata salah satu tim peneliti dari sumber anonim, seperti dilansir dalam laman dailymails.uk.

Sebuah studi yang tengah diluncurkan oleh Washington State University juga akan menentukan potensi penularan virus corona dari proses menyusui. Sampai saat ini, hasil penelitian terhadap ASI diketahui cukup beragam.

Penelitian dari China  menunjukkan bahwa tidak ada virus dalam ASI, sementara  penelitian di AS mendeteksi RNA virus hanya dalam sampel susu tertentu. Kedua penelitian ini  tidak menemukan bukti adanya SARS-CoV-2 dalam ASI manusia.

Sedangkan laporan dari WHO menemukan bahwa dari 46 sampel ASI yang terpapar virus, 43 diantaranya terdeteksi negatif sementara tiga lainnya dinyatakan positif partikel.

Tim penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun materi genetik virus ditemukan dalam ASI, tak berarti dapat menular atau menyebarkan ke bayi.

Source: Dailymail.uk

Editor: Himeka Gayatri

Facebook Comments