Pernyataan MUI Sultra Terkait Teror Bom Bunuh Diri di Makassar

291
Sekretaris MUI Sultra, Supriyanto saat memberikan keterangan terkait aksi teror bom bunuh diri.
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id – Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Minggu, 28 Maret masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Aksi teror tersebut membuat MUI Sultra mengeluarkan pernyataan yang disampaikan Sekretaris MUI Sultra, Supriyanto di Aula Ummusabri Kota Kendari, Senin (29/3/2021).

Dikatakannya, terhadap aksi teror bom bunuh diri tersebut, MUI Sultra mengutuk keras tindakan yang dinilai sangat bertentangan dengan ajaran agama. Ada 6 poin yang menjadi pernyataan dari MUI Sultra yang dibacakan langsung oleh Supriyanto.

Adapun enam poin yang dinyatakan MUI Sultra yakni:

1.Mengutuk keras pelaku tindakan teror bom bunuh diri Makassar dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan keji dan sesat karena selain menimbulkan kemudharatan juga bertentangan dengan ajaran agama yang dianut.
2. Aksi teror bom bunuh diri yang sungguh biadab tersebut jelas-jelas tidak terkait dengan agama atau etnik tertentu, tetapi untuk menciptakan rasa ketakutan di masyarakat agar muncul sikap saling curiga mencurigai antar kelompok masyarakat satu sama lainnya. Karena itu, kejadian teror bom dimaksud justru MUI mengajak semua elemen masyarakat untuk semakin memperkuat persatuan dan kesatuan dan tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
3.Meminta dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan dan penegak hukum untuk mengejar dan menindak secara tegas hingga ke akar-akarnya terhadap oknum atau kelompok pelaku teror bom bunuh diri karena dinilai telah mengancam dan merusak kemanusiaan.
4.Meminta kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap tabayyun atau kroscek, tidak menyebarkan konten foto dan video yang justru dapat menimbulkan kesalahan penafsiran terhadap fakta yang sebenarnya. Minta masyarakat untuk menghindarkan sikap saling curiga guna menjaga kesatuan dan kedamaian masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya dan Indonesia umumnya.
5.Meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi terhadap aksi teror yang dilakukan oleh oknum dan provokator dengan tujuan untuk merusak sendi-sendi keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia. MUI meyakini bahwa pelaku teror tersebut dipastikan memiliki keyakinan agama yang sesat dan menyesatkan
6.Meminta umat beragama di Sulawesi Tenggara agar tetap tenang menjalankan ibadah dan memperkuat sikap saling bahu membahu untuk saling menguatkan sikap toleransi untuk kehidupan yang rukun dan damai.

Ia pun berharap dengan adanya pernytaaan yang dikeluarkan MUI Sultra tersebut dapat mempertegas sehingga warga tidak mudah terprovokasi.

“Mudah-mudahan warga tidak mudah terprovokasi,” harapnya.

Isa

Facebook Comments