Pelayanan di Kantor Lurah Bende Prioritaskan Prokes, Warga Abai Diberikan Masker

507
Lurah Bende, Alimin ketika ditemui di ruangan kerjanya. Foto: Sitti Harlina.
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id-Memasuki kebiasaan hidup baru, segala bentuk pelayanan kepada warga tetap dilakukan. Apalagi, dengan adanya bantuan bagi pelaku UMKM dari pemerintah berupa dana hibah sebesar Rp 2,4 juta.

Hal ini tentu berdampak pula pada pengurusan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang harus diurus di kantor lurah setempat. Seperti yang nampak di Kantor Lurah Bende, sebagai salah satu yang memiliki penduduk padat, tentu saja pegawai harus serba ekstra dalam memberikan pelayanan.

Lurah Bende, Alimin mengungkapkan bahwa dengan adanya bantuan dana hibah tersebut, banyak warga yang datang untuk melakukan pengurusan SKU. Pihaknya pun menegaskan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Tetap kami imbau sebelum masuk untuk mencuci tangan dan harus menggunakan masker, kalau tidak pakai masker maka tidak akan dilayani dan tidak diperbolehkan masuk,” kata Alimin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2020).

Ketgam: Lurah Bende (baju putih) saat memantau pelayanan yang diberikan oleh stafnya kepada warga. Foto: Sitti Harlina.

Guna mengantisipasi warga yang tidak membawa masker, pihaknya pun menyediakan masker untuk warga yang lupa agar bisa tetap berurusan dan menyelesaikan apa yang diperlukan.

“Kita sediakan juga masker untuk warga, tapi tidak banyak karena jumlahnya juga terbatas. Paling kami sediakan lima,” ujarnya.

Diakuinya animo masyarakat untuk mengurus SKU memang cukup tinggi, apalagi jumlah penduduk yang bermukim di Kelurahan Bende berada pada jumlah 17 ribu lebih. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya juga selalu mensosialisasikan kepada warga untuk selalu menerapkan 3M yakni memakai mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan.

“Kita berikan pelayanan secara bertahap dan menghindari kerumuman sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menghindari penularan COVID,” tandasnya.

Ditambahkannya, selama masa pandemi pihaknya juga melakukan sejumlah pertemuan RT dan rapat bersama warga, hanya bedanya di saat pandemi tidak lagi menggunakan aula hal tersebut untuk mengatur jarak satu sama lain agar sesuai dengan prokes sehingga rapat dilakukan di halaman kantor.

 

Penulis: Sitti Harlina

Facebook Comments