Ore Nikel Diduga Dicuri, Dirut PT CMI Minta Segera Proses Hukum

523
Istimewa
berikabar.id

BisaKendari, Berikabar.id Direktur Utama PT Cipta Mineral Indonesia (CMI), Raymond Siregar meminta agar aparat segera melakukan proses hukum atas dugaan pencurian ore nikel milik PT CMI yang diduga telah diklaim oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, sebanyak 7600 ton ore nikel diangkut dengan menggunakan tugboat dan tongkang. Kabar baiknya, saat ini ore nikel milik PT CMI tersebut berhasil diamankan.

“Kami sudah bertemu dengan pihak Lanal, mereka membenarkan jika kapal tongkang yang diduga memuat ore nikel PT CMI sudah diamankan,” bebernya melalui rilis yang diterima berikabar.id, Minggu (27/12/2020).

Dikatakannya, keberadaan kapal Tugboat Putra Mandar 179 dan Tongkang Tadung Balanipa 301 saat ini telah berlabuh di Teluk Kendari dan dalam pengamanan Lanal Kendari. Pihaknya pun berharap agar pihak yang berwajib segera melakukan proses hukum atas dugaan pencurian ore nikel tersebut.

“Kami berharap segera diproses hukum, kami sangat dirugikan dengan adanya pengambilan ore nikel yang saat ini kami kelola tanpa izin dari perusahaan,” pintanya.

Dijelaskannya, pihak perusahaan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada sejumlah pihak untuk mencegah adanya pencurian. Sayangnya, pemberitahuan tersebut diabaikan, hingga ore nikel dimuat dalam tongkang.

“Sebelum ini kita sudah bersurat, diberi tembusan juga kemana-mana. Soalnya ini sudah pencurian namanya. 7600 ton itu banyak, nilainya 2,6 miliar. Kalau dibiarkan bisa habis diangkut semua tuh, 45 ribu ton, tapi kita gak tinggal diam,” tandasnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada pihak TNI AL atas penangkapan yang dilakukan tersebut, sehingga pihak perusahaan menaruh harapan besar agar permasalahan ini bisa segera diproses. Pihak perusahaan pun akan kooperatif jika diminta untuk memberikan keterangan.

“Jika TNI AL Armada II Surabaya memerlukan keterangan dari kami sebagai pemilik hak atas ore yang dicuri tersebut, kami akan sangat kooperatif memberikan keterangan dan bukti-bukti yang telah kami peroleh dari petugas kami di lapangan,” tutupnya.

Saat berikabar.id mencoba untuk mengkonfirmasi langsung ke Danlanal Kendari, hingga saat ini baik pesan singkat dan sambungan telepon belum dijawab.

Isa

Facebook Comments