OJK Sultra Gelar FUSION dan Launching Buku Saku ESA

426
Istimewa
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra)  menggelar Forum Sinergi Stakeholder dan OJK (FUSION) di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (15/12/2020). Dalam kegiatan yang digelar hari itu, OJK Sultra juga melakukan launching buku saku ESA yang merupakan buku saku edukasi keuangan berbasis agama (Buku Saku ESA) pertama di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution mengungkapkan  bahwa dampak pandemi saat ini memukul perekonomian Indonesia.

“Perekonomian seluruh lapisan masyarakat terkena dampak termasuk kalangan pelaku usaha informal dan UMKM. 84 persen UMK mengalami penurunan pendapatan, 78,35 persen UMK mengalami penurunan permintaan karena dampak COVID-19, 56,85 persen UMK mengalami kendala bisnis akibat tidak bisa beroperasi secara normal, 62,21 persen UMK, mengalami kendala keuangan terkait pegawai dan operasional dan 33,23 persen UMK melakukan pengurangan jumlah pegawai,” paparnya.

Dikatakannya, meskipun kondisi perekonomian saat ini sedang lemah karena dampak COVID-19, namun pemerintah terus berupaya dan mengeluarkan berbagai kebijakan agar masyarakat bisa terbantu untuk mengatasi masalah saat ini.

Lanjutnya, ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya juga berperan penting di masa pandemi. Untuk itu, program percepatan akses keuangan di daerah perlu menjadi perhatian sekaligus prioritas.

“OJK menaruh perhatian besar pada upaya peningkatan akses dan literasi keuangan masyarakat di pelosok negeri, berbagai inisiatif telah kami luncurkan dan terus kembangkan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti, KUR Klaster, Jaring, Lakupandai, KUR Klaster, Bumdes Center, BWM, Simpel, KEJAR dan program keuangan inklusif lainnya,” ujarnya.

Dalam FUSION hari itu juga, OJK Sultra menghadirkan Prof. Edward sebagai keynote speaker dan sempat memberikan ulasan terkait inklusi keuangan.

FUSION yang digelar hari itu diikuti oleh 361 peserta dimana karena saat ini masih pandemi, maka yang hadir secara offline sebanyak 44 orang dan 317 orang mengikuti secara virtual.

Isa

Facebook Comments