Masker Elektrik Desain Ilmuwan MIT, Diklaim Mampu Membunuh Partikel Virus Corona

764
Foto: dailymail
berikabar.id

Kendari, Berikabar.idMasker elektrik desain Ilmuwan MIT siap dipatenkan, menyusul pembuatan prototipe yang bertujuan untuk tes fisik. Oleh ilmuwan MIT, masker ini diklaim  mampu membunuh partikel virus corona melalui neoprena isolasi, yang sekaligus menjadi jaring tembaga halus yang dipanaskan hingga 194 derajat fahrenheit atau 90 derajat celcius.

Jika dikomersialkan, perangkat bertenaga baterai ini kemungkinan akan dibandrol lebih mahal daripada masker kain, masker bedah, atau respirator N95.

“Alih-alih menyaringnya, masker elektrik ini dapat membunuh partikel virus corona dengan melewatkan udara yang anda hirup melalui jaring tembaga halus yang dipanaskan hingga 90 ° C (194 °F). Sebagian besar masker saat ini berfungsi penyaringan, menyaring partikel berdasarkan ukuran atau muatan listrik,” kata Samuel Faucher, ilmuwan kimia Massachussets Institute of Technology, dalam laman dailymail.uk.

Penulis senior sekaligus ilmuwan Kimia Michael Strano, mengatakan, masker elektrik ini didesain dengan konsep yang benar-benar baru.

“Karena tidak memblokir virus. Namun esbenarnya memungkinkan virus melewati masker, yang sekaligus memperlambat dan menonaktifkannya,” katanya.

Penggunaan masker ini dianggap ideal untuk situasi tertentu, terutama saat berada di area yang rentan terpapar virus, seperti di tempat perawatan kesehatan, atau di angkutan umum yang padat.

Uniknya, masker ini tidak perlu dibuang atau disterilkan setelah digunakan.

Dalam riset yang dilakukan oleh para ilmuwan MIT ini, rumus matematika dirancang untuk menentukan kisaran suhu optimal yang perlu dicapai demi menonaktifkan partikel virus corona secara termal saat terhirup.

Ilmuwan menentukan  suhu sekitar 194 ° F (90 ° C) sehingga dapat mengurangi konsentrasi virus di udara.

“Suhu ini dapat dicapai dengan mengalirkan arus listrik melintasi jaring – yang terbuat dari kawat tembaga setebal 0,1 milimeter – mengambil energi dari baterai 9 volt, yang seharusnya dapat memberi daya pada masker selama beberapa jam sekaligus,” ujarnya.

Para peneliti MIT bukan satu-satunya yang menerapkan tembaga dalam perang melawan virus corona baru. Masker dan sarung tangan yang dibuat oleh Copper Clothing yang berbasis di Caterham telah dibuktikan dalam tes laboratorium untuk membunuh 99,99 persen partikel virus SARS-CoV-2 yang mendarat di permukaan dalam waktu 30 menit. Priduk  tersebut bekerja dengan memanfaatkan dampak biosidal ion tembaga pada sel virus – fenomena yang oleh para ahli disebut sebagai ‘efek oligodinamik’.

Source: dailymail

Editor: ER

Facebook Comments