Makanan dan Minuman jadi Faktor Penyumbang Deflasi Sultra

306
Ilustrasi
berikabar.id

 

Kendari, Berikabar.id – Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami deflasi sebesar 0,39 persen pada Januari 2021. Hal tersebut berdasarkan rilis yang disampaikan Bank Indonesia perwakilan Sultra, Selasa (2/2/2021).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Bimo Epyanto mengungkapkan pada Januari 2021, Sultra mengalami deflasi sebesar 0,39% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm). Capaian tersebut juga lebih rendah jika dibandingkan dengan nasional yang mengalami inflasi 0,26% (mtm).

“Penurunan inflasi disebabkan oleh pasokan yang relatif terjaga, cuaca yang kondusif dan permintaan yang menurun sesuai polanya pasca libur natal dan tahun baru. Secara spasial, inflasi pada Januari 2021 disumbang oleh deflasi yang terjadi di kedua kota sampel penghitungan inflasi, yaitu Kota Kendari dan Kota Baubau dengan capaian masing-masing sebesar -0,24% (mtm) dan -0,92% (mtm),” ungkapnya.

Dijelaskan Bimo deflasi yang terjadi pada Januari dipicu oleh penurunan tekanan inflasi pada kelompok transportasi dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 1,56% (mtm) didorong oleh penurunan tekanan inflasi angkutan udara yang tercatat mengalami deflasi sebesar 7,66% (mtm) atau memberikan andil sebesar -0,29% (mtm) dan merupakan andil deflasi terbesar pada bulan tersebut seiring penurunan permintaan pasca libur natal dan tahun baru. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,37% (mtm), didorong oleh penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas terutama ikan segar seperti ikan kembung (-8,51% mtm), ikan katamba (-4.20% mtm), dan ikan bubara (-11,73% mtm),” jelasnya.

Meskipun demikian, lanjutnya pada Februari mendatang diperkirakan inflasi di Sultra akan tetap terjaga. Hal ini dikarenakan fenomena La Nina yang berdampak pada penurunan produksi komoditas sayur-sayuran di Sultra. Disamping itu, berakhirnya masa panen raya padi dan rencana kenaikan harga cukai rokok dapat mendorong peningkatan inflasi pada periode mendatang.

Ditambahkannya, guna menghadapi tantangan pada bulan selanjutnya, maka TPID Sultra terus membangun koordinasi agar inflasi tetap terkendali. “Salah satu upaya yang dilakukan yakni perbaikan mekanisme pengadaan dengan Kementrian Pertanian terkait komoditas cabai dan bawang, peningkatan kerjasama antardaerah sebagaimana dengan MoU yang telah ditandatangi oleh gubernur dan seluruh bupati/walikota pada tahun 2019 juga akan terus dilakukan,” tambahnya.

Isa

Facebook Comments