Liput Aksi Unras, Seorang Jurnalis Dianiaya Sat Pol PP

695
Istimewa
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id – Peliputan aksi unjuk rasa yang dilakukan seorang wartawan JPNN, La Ode Deden Saputra berbuntut pada penganiayaan yang dilakukan Sat Pol PP. Tidak hanya itu, smartphone milik Deden juga rusak akibat insiden tersebut.

“Suasana memanas ketika massa membakar ban mobil bekas. Membuat Satpol PP dan Polisi bertindak tegas. Pada situasi itu, tetiba seorang Satpol PP bernama La Ode Boner mendadak memukul tangan saya, membuat smartphone yang saya gunakan untuk meliput peristiwa bentrok terlepas dari genggaman, jatuh ke aspal,” terang Deden kepada Berikabar.id, Jumat (11/2/2022).

Deden mengungkapkan saat kejadian, ia sedang meliput aksi demonstrasi Mahasiswa yang menolak Alfian Taufan Putra, anak dari Gubernur Sultras untuk menjadi Ketua HIPMi di depan Rujab Gubernur Sultra sekitar 11.00 WITa, Kamis (10/2). Saat situasi mulai memanas dan dilakukan aksi bakar ban, Deden lalu fokus ambil gambar.

“Boner keberatan melihat saya fokus meliput rekannya seorang anggota Pol PP yang mengamuk di tengah kerumunan massa,”

“Dari tindakan kekerasan itu, rekan-rekan jurnalis lain yang tengah meliput spontan berusaha melindungi saya dengan meneriakan kata ‘wartawan itu…wartawan itu’ sambil berusaha melerai, mencegah kekerasan berlanjut. Seketika Boner mundur menjauhi keributan, setelah mengetahui saya adalah jurnalis,” ujarnya.

Deden juga mengatakan atas insiden tersebut ada oknum polisi yang hampir memukulnya, untung saja dapat dihentikan.

“”Ada seorang polisi yang mencoba memukul tapi dihalangi rekan wartawan lain,” ujarnya.

Atas insiden tersebut Deden mengalami kerugiaan secara materi dan shock. “Alat peliputan saya berupa smartphone rusak dan kacamata saya pecah. Sementara kondisi psikis saya masih shock berat,” ujarnya.

Lifya

Facebook Comments