Kisah Mahasiswa Wisuda Online: Bahagia 50 Persen, Gunakan Sendal Jepit

647
Suasana pasca wisuda online sejumlah mahasiswa FKIP Pendidikan Sejarah berfoto depan Prodi Pendidikan Sejarah. Foto: Sitti Harlina.
berikabar.id

kendari, Berikabar.id – Setelah kuliah selama kurang lebih empat tahun demi ilmu dan gelar yang bisa digunakan untuk menunjang masa depan, akhirnya tibalah hari bahagia bagi Illyn, salah seorang mahasiswa FKIP Universitas Halu Oleo (UHO).

Ia menjadi salah satu wisudawan yang namanya tercatat untuk mengikuti wisuda secara online bertepatan dengan Hari Pahlawan, Selasa (10/11/2020). Perasaan haru karena akhirnya bisa menggunakan toga tidak dapat ia sembunyikan, namun ada pula kesedihan di balik itu.

“Perasaan saya 50:50 antara mau bahagia tapi ada dukanya juga, yang tadinya bisa dihadiri orang tua, teman-teman tapi faktanya semua itu terbatas,” katanya.

Ada kesedihan yang dirasakannya karena di hari bahagia itu, ia tidak bisa mengajak serta dan berkumpul dengan ribuan mahasiswa lainnya, namun ia paham hal ini dilakukan karena situasi saat ini sedang pandemi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menghindari kerumunan sehingga tidak boleh ada perkumpulan massa apalagi yang jumlahnya hingga ribuan orang.

“Ini lagi pandemi, jadi kita mengerti harus tetap dilakukan protokol kesehatan, sehingga yang hadir secara langsung hanya mahasiswa terbaik saja,” tandasnya.

Awalnya, ia juga tidak menyangka namanya ada dalam daftar 1.513 mahasiswa yang akan diwisuda.

“Saya juga tidak tahu kalau mau wisuda hari ini. Saya kira nda ada namaku di daftar, setelah saya cek ada,” ujarnya.

“Pake sendal jepit, tidak make up, tidak ada persiapan sama sekali untung online,” sambungnya sambil tertawa.

Meskipun wisuda secara online dan dilakukan di rumah masing-masing namun ia bersama sejumlah temannya ingin mengabadikan moment tersebut. Mereka pun bersepakat untuk mengambil gambar di prodi mereka.

“Setelah wisuda kita janjian untuk berfoto di depan prodi supaya ada kenang-kenangnya juga kalau kita gunakan baju lengkap dengan toga dan menjadi wisudawan di masa pandemi,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Sitti Harlina

Facebook Comments