Kebijakan PPKM Dikeluarkan, Warga Diimbau Jaga Asupan Gizi

165
Istimewa
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id – Lonjakan covid-19 yang hingga saat ini terus meningkat di sejumlah daerah Jawa-Bali dan kabupaten lainnya, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM sendiri telah ditentukan yakni sejak tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang.

Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI mengungkapkan di masa PPKM saat ini warga diimbau untuk tetap menjaga imunitas agar tetap terhindar dari covid-19.

“Selama masa PPKM Darurat, selain menggalakkan 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi,masyarakat juga harus menjaga imunitas tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang agar imunitas tubuh tetap terjaga,” imbaunya dalam Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya warga tetap harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi meskipun hanya melakukan aktivitas dari rumah saja, hal ini dilakukan agar daya tahan tubuh tetap kuat di masa pandemi.

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. Sheena RA, M.Gizi, SpGK mengatakan, bagi pasien yang positif covid-19, sebaiknya mengkonsumsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan energinya, serta mencakup gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin, mineral). “Tidak ada satu jenis makanan yang bisa sangat baik mencegah dan mengobati covid-19. Mereka yang terkena covid-19 tetap harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, yang tujuannya untuk memperbaiki imunitas tubuh,” jelasnya.

Dikatakannya, saat seseorang terkena infeksi maka tubuh membutuhkan asupan protein lebih tinggi, minimal 1,2 gram protein per kg beeat badan orang bersangkutan untuk setiap hari dengan catatan orang yang bersangkutan masih memiliki fungsi ginjal yang baik.

Lanjutnya, bagi pasien covid-19, harus tetap mengkonsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral dengan memperhatikan kaidah gizi seimbang, “Tidak boleh ada makanan yang dihilangkan atau diganti dengan yang lain dalam jumlah lebih banyak,” ujarnya.

Dikatakannya pula, bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah dan mengalami kehilangan penciuman maupun pengecapan, disarankan tetap makan seperti biasa, kalau perlu dipaksakan.

Ia juga memberikan tips agar terhindar dari penularan covid-19 yang kian bertambah terus jumlahnya yakni dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mengikuti program vaksinasi yang telah dianjurkan pemerintah.

“Pakailah masker bedah dan kemudian masker kain untuk memberikan perlindungan optimal. Pastikan semua area tertutup dengan baik. Usahakan di rumah juga mengenakan masker sebagai upaya pencegahan. Kalau selama ini rutin makan bersama sebaiknya selama pandemi makan bergantian dulu mengingat klaster di rumah bisa terjadi,” imbaunya.

Detri Warmanto, salah seorang penyintas covid-19 yang terpapar pada awal-awal pandemi juga berbagi kiat agar tetap bugar selama dan setelah terpapar. “Saya usahakan konsumsi makanan berprotein tinggi, tiap hari olahraga ringan untuk menaikkan endorfin tubuh. Selain itu saya berpikir positif dan menjaga suasana hati tetap baik. Ini membantu proses kesembuhan juga agar tes PCR cepat negatif,” katanya.

Ia pun mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga dan teman-teman juga menjadi salah satu energi positif untuk melawan covid.19. “Makanya sekarang saya selalu kasih semangat ke orang-orang yang tengah berjuang. Makan bergizi, tetap semangat dan berdoa. Lakukan hal-hal menyenangkan selama isolasi mandiri. Jaga agar mental tidak terpengaruh itu penting bagi pejuang covid-19,” tutupnya.

Shafiyyah

Facebook Comments