Firli Bahuri: Korupsi Musuh Besar Utama Penegakan HAM di Dunia

268
berikabar.id

Jakarta, Berikabar.id-Segenap bangsa Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat dunia, turut memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Rabu (09/12/2020).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengatakan, tema “Recover Better – Stand Up for Human Rights” yang diusung dalam peringatan HAM Internasional pada tahun ini, adalah pengingat bagi seluruh umat manusia untuk selalu berperan aktif dalam segala upaya perbaikan┬ápenegakan HAM di dunia, mengingat HAM sejatinya adalah hak dasar yang melekat dan dimiliki oleh setiap manusia.

“Setiap manusia patut bersyukur dan berterimakasih kepada founding fathers yang menempatkan HAM sebagai landasan awal didirikannya Republik ini, sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945, dimana hak dasar segenap bangsa Indonesia untuk mendapatkan kesejahteraan umum yaitu hidup layak dan baik dalam kehidupan berbangsa yang dilindungi oleh Negara, sehingga kita dapat turut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia dengan menegakkan HAM di Bumi Pertiwi,” ujarnya, Kamis (10/12/2020).

Dalam kapasitas sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, KPK menurut Firli menilai korupsi adalah musuh utama dan terbesar bagi pelaksanaan HAM di republik ini, karena korupsi memiliki kaitan erat dengan tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Korupsi, kata dia, bukan hanya kejahatan yang melumpuhkan perekonomian negara semata. Akan tetapi, menurutnya korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan (corruption is a crime againts humanity) dimana banyak negara gagal mewujudkan tujuan dan tugas utama melindungi serta memenuhi hak dasar rakyatnya.

“Tindak pidana korupsi jelas telah merampas hak dasar rakyat, baik dari sisi sosial, ekonomi maupun budaya karena anggaran program-program pembangunan yang dialokasikan pemerintah dan bersumber dari pajak yang disetorkan rakyat, untuk dapat kembali dinikmat oleh rakyat, tidak dapat berjalan dengan baik bahkan tidak sedikit yang terhenti setelah anggarannya dikorupsi,” katanya.

“Disinilah, kami (KPK) hadir sebagai penyelenggara negara, untuk memberantas korupsi yang telah berurat akar dan menjadi bahaya laten di negeri ini,” imbuhnya.

Menurut Firli, tugas KPK tidaklah mudah, penuh tantangan dan resiko mengingat tidak sedikit dari oknum yang masih memandang korupsi adalah hal biasa bahkan msnganggapnya sebagai kultur masyarakat Indonesia yang berulanb terbentuk sejak lama di setiap tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Cukup banyak resiko yang telah kami terima yang sejatinya adalah pelanggaran HAM, mulai dari percobaan suap, intimidasi, serangan (fisik) terbuka atau ancaman atas keselamatan jiwa dan raga yang ditujukan bukan hanya kepada kami, tetapi juga kerabat kami, sampai keluarga di rumah. Itu semua terjadi saat kami menjalankan tugas sebagai abdi negara, memberantas korupsi di Indonesia,” ungkapnya.

Segala resiko tersebut, kata Firli, menjadi konsekuensi yang harus dihadapi sebagai abdi negara, sehingga menurut dia, tak ada rasa gentar apalagi keinginan untuk mundur dalam perang melawan korupsi yang menjadi musuh utama HAM. Terlebih lagi ia melihat besarnya dukungan dan derasnya doa dari segenap rakyat Indonesia terhadap kinerja lembaga antirasuah itu.

“Dalam peringatan Hari Anti Korupsi Internasional ini, sudah waktunya kita membangun kesadaran penuh seluruh elemen bangsa terhadap bahaya korupsi, agar tidak lagi dipandang sebagai budaya apalagi kultur di negeri ini,”pungkasnya.

 

Penulis: Y.I

Editor: ERNiLAM

Facebook Comments