Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Sultra Tingkatkan Pembinaan di Sektor Pertanian dan Pariwisata

241
Kepala BI perwakilan Sultra, Bimo Epyanto saat memberikan paparan kepada puluhan wartawan melalui Bincang Bareng Media
berikabar.id

 

Kendari, Berikabar.id – Berbagai upaya saat ini terus dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi. Hal ini juga yang dilakukan BI guna mendorong pertumbuhan ekonomi Sultra. Salah satu strategi yang kini dilakukan yakni dengan terjun langsung kepada masyarakat untuk memberikan pendampingan dan pengawasan.

Kepala BI Perwakilan Sultra, Bimo Epyanto membeberkan sejumlah langkah yang dilakukan saat ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yakni dari sektor pertanian dan pariwisata. Dikatakannya, kedua sektor tersebut merupakan sektor yang paling mendukung dan memiliki resiko kecil di masa pandemi ini.

Sejumlah kabupaten pun dikunjungi langsung seperti Kabupaten Konawe Utara, Kolaka Timur, Kolaka dan Kolaka Utara.

“Memang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita harus melakukan aktivitas yang memiliki daya dukung antaranya pertanian dan pariwisata. Untuk sektor pertanian kita baru saja ke Kabupaten Kolaka Utara dan Kolaka Timur,” bebernya melalui Bincang Bareng Media, Rabu (2/6/2021).

Dijelaskannya untuk sektor pertanian di Kolaka Timur, warga sekitar mengembangkan sawah organik dimana saling berkolaborasi dengan peternakan.

“Pengembangan sawah organik, program tersebut sudah kami lakukan sejak tahun
2020, harapannya tahun 2023 kelompok tani yang kami bina di sana bisa berkembang mandiri, jadi daya tarik klaster persawahan yang terintergrasi dengan peternakan sapi dimana limbah dari pertaniannya bisa dikelolah jadi makanan sapi, menjaga ciri organiknya,” jelasnya.

Sementara untuk daerah Kolaka Utara, pembinaan yang dilakukan sudah memperlihatkan hasil yang memuaskan, dimana warga mengembangkan untuk bawang merah.

“Untuk bawang merah ini ketika panen tadinyanya dikisaran 7 ton sekrang sudah jadi 14,7 ton perhektar. Begitu juga dengan nilai biaya produksi yang menurun sekitar 35 persen yang tadinya 62 juta per hekter kini menjadi 42 juta per hektar. Tentu saja ini memberikan dampak yang sangat positif,” katanya.

Untuk sektor pariwisata, pihaknya juga sudah memberikan dukungan untuk Kabupaten Konut dan Kolaka, dimana rumah warga di Labengki Kecil dicat dengan warna warni sehingga semakin menarik perhatian. Menurutnya sektor pariwisata juga sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena saling berkaitan dengan yang lain.

“Nah untuk pariwisata ini, kita juga bisa melakukan pembinaan kepada warga untuk membuat kulinernya di tempat wisata dan memberikan bimbingan kepada warga untuk membuat kerajinan sebagai oleh-oleh, jadi memang pariwisata ini bisa menarik sektor lain,” katanya.

Ia pun berharap dengan adanya pembinaan yang dilakukan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi juga bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok seperti beras dan bawang merah. Begitu pula dengan sektor pariwisata namun tetap ditekankan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar tidak menimbulkan klaster baru.

Sitti Harlina

Facebook Comments