Digital Marketing Mampu Membuat Nelayan Bangkit di Masa Pandemi

199
Tangkapan layar saat Pengamat Kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim, Abdul Halim memaparkan materi terkait kondisi nelayan di masa pendemi
berikabar.id

Jakarta, Berikabar.id – Masuknya Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 menyebabkan semua sektor terkena dampaknya, warga pun dituntut untuk hidup berdampingan dengan covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dampak covid-19 juga dirasakan oleh nelayan yang melaut, bahkan akibat pandemi waktu untuk melaut jadi berkurang.

Pengamat Kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim, Abdul Halim menuturkan bahwa sebelum masa pandemi, bagi nelayan biasa melaut antara 16 hingga 20 hari, namun setelah melaut para nelayan hanya bisa melaut selama enam hari dalam sebulan.

“Tentu saja kebiasaan sebelum dan sesudah pandemi banyak yang tidak sama, salah satunya waktu melaut yang jadi berkurang, dimana dalam sebulan biasa 16 sampai 20 hari namun setelah pandemi menjadi enam hari saja. Hal ini berdampak pada hasil tangkapan ikan yang juga berujung pada pendapatan nelayan,” bebernya saat dialog KPCPEN, Kamis (30/9/2021).

Tidak hanya itu, sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sejak awal seperti PSBB hingga PPKM yang saat ini masih terjadi di beberapa wilayah juga berdampak pada distribusi hasil tangkap nelayan. Menurutnya, pemerintah juga tetap berupaya agar di masa pandemi ini, nelayan bisa tetap bertahan bahkan bisa bangkit kembali.

Dikatakannya, sejumlah solusi di masa pandemi bisa diberikan kepada nelayan salah satunya dengan digital marketing yang harus diketahui melalui pelatihan, agar produk yang dihasilkan bisa tetap dipasarkan.

“Nelayan harus diajarkan bagaimana agar hasil tangkapan mereka bisa menjadi menarik, di era digital ini tentu nelayan juga harus dibekali bagaimana bisa memasarkan produknya dengan cara digital,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus aktif melakukan sosialisasi kepada para nelayan yang kebanyakan tinggal di daerah pesisir agar dalam beraktivitas tetap menerapkan protokol kesehatan. Dimana akses bagi pemerintah untuk ke pemukiman nelayan yang tinggal di pesisir agak sulit sehingga diperlukan pihak-pihak yang juga peduli agar bisa memutus rantai covid-19.

“Kita tidak tahu kapan covid-19 in berakhir, sehingga kita juga terus melakukan sosialisasi kepada nelayan bahwa penerapan protokol kesehatan sangatlah penting, jangan sampai nelayan kita juga abai,” pungkasnya.

Sitti Harlina

Facebook Comments