Buka di Tengah Pandemi, Warkop K 1.9 Batasi Pengunjung

348
Suasana para pengunjung yang berada di Warkop K 1.9 tetap memperhatikan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker dan menjaga jarak. Foto: Sitti Harlina
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id- Berbagai upaya dilakukan masyarakat agar bisa tetap bertahan dengan mewabahnya COVID-19, bahkan sebagian pelaku usaha harus gulung tikar karena pendapatan yang kian menurun.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan yang dilakukan oleh Suwarjono, pemilik Warkop K 1.9 yang justru merintis usaha di saat pandemi belum usai. Menurutnya, tidak ada hal yang tidak mungkin, asalkan mau berusaha.

Ia pun menyadari langkahnya untuk membuka usaha di saat pandemi menjadi tantangan, namun ia tetap berusaha. Hal paling utama baginya bukan hanya masalah keuntungan tetapi bagaimana bisa membuktikan usahanya tetap jalan.

“Kalau masalah rugi tidak, hanya harus akui omset pasti kurang karena saya sendiri membatasi pengunjung tidak boleh lebih dari 20 orang,” katanya, Rabu (4/11/2020).

Fadly, salah seorang pengunjung Warkop K 1.9, sebelum masuk mencuci tangan untuk mencegah penularan COVID-19. Foto: Sitti Harlina.

Lanjutnya, dibatasinya pengunjung karena ia tetap berpedoman pada protokol kesehatan dimana harus tetap menjaga jarak dan memakai masker. Ia menuturkan meskipun sudah menyampaikan agar seluruh pengunjung tetap menggunakan masker, namun kadang ia juga masih menemui yang abai akan imbauan tersebut.

“Memang semua pengunjung kita wajibkan tapi kadang ada juga yang tidak pakai, ya kita ingatkan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Fadly Aksar salah seorang pengunjung mengatakan bahwa ia senang dan merasa nyaman ketika berada di Warkop K 1.9, hal ini dikarenakan prokes yang dijalankan begitu ketat.

“Selain nyaman, pelayanannya juga aman karena menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker. Sebelum masuk, kita juga dites suhu tubuh, ini yang jarang kita dapatkan pelayanan seperti ini di tempat lain,” katanya.

Menurutnya, di masa pandemi saat ini dengan kebijakan pemerintah untuk mulai melakukan kebiasaan hidup baru, maka warga juga harus tetap menjalankan apa yang sudah menjadi imbauan pemerintah.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Sultra, kesehatan lebih berharga daripada segalanya,” tutupnya.

 

 

Penulis: Sitti Harlina

Facebook Comments