BI dan Pemprov Sultra Gelar Pasar Murah Guna Tekan Inflasi

114
Pasar murah yang digelar BI Sultra di Pelataran Tugu Religi Sultra
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pemprov Sultra menggelar pasar murah di pelataran depan Tugu Religi Sultra. Pasar murah tersebut diselenggarakan selama dua hari yakni 22 hingga 23 Agustus 2022.

Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov), Sultra Asrun Lio mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah hari itu sebagai salah satu upaya untuk menekan inflasi. Pasalnya, kedepan Sultra masih dihantui dengan ancaman kenaikan inflasi utamanya disebabkan oleh angkutan udara dan sejumlah bahan pangan.

Sejumlah bahan pangan yang bergejolak diantaranya cabe merah, bawang merah yang tercermin pada data inflasi pada Juli 2022 sebesar 2,8 persen atau tahunan sebesar 5,98 persen.

“Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, karena jika inflasi terus meningkat dan tidak bisa dikendalikan, maka akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulta, Doni Septadijaya mengatakan, pasar murah ini untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas, utamanya pangan.

“Selain dipasok oleh pedagang, kita juga punya petani yang bisa dimanfaatkan produknya agar bisa dipasarkan di Kendari khususnya,” ujar Doni.

Sejumlah kebutuhan pokok yang dijual dalam pasar murah ini, seperti cabai, selada, sawi, kacang panjang, kangkung, terung, minyak goreng, telur ayam, tepung terigu, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan bawang bombai.

Harga yang ditawarkan di bawah harga pasar saat ini, misalnya harga telur sebesar Rp55 hingga Rp58 ribu per rak, beras Rp48 ribu per lima kilogram dan minyak goreng Rp17 ribu per liter dan ada juga harga Rp13 ribu per liter.

Halim, salah seorang pedagang telur mengatakan bahwa ia memiliki kesempatan untuk membeli beberapa rak karena ia sadar bahwa harga di pasaran sangat mahal.

“Saya pedagang ecer, kalau harga di pasar berkisar 65 ribu sampai 70 ribu per rak, sementara saya jual per biji itu Rp2.500, kalau harga di pasar nda bisa saya jual ecer 2.500. Terima kasih kepada pemerintah dan BI Sultra yang telah menggelar pasar murah ini,” tutupnya.

Harlina

Facebook Comments