Berawal dari Modal Ratusan Ribu, Kini Kopi Tolaki Raup Untung Hingga Belasan Juta

81
Salah seorang karyawan Kopi Tolaki sedang menyeduh kopi di stand UMKM Sultra Expo 2022
berikabar.id

Kendari, Berikabar.id – Kopi Tolaki digadang-gadang Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai produk lokal yang akan bernilai Export.

Pendiri Kopi Tolaki, Asri Shappe menceritakan awal ia bertani kopi. Menurutnya, saat itu ia merintis usahanya pada Maret 2017 dengan modal awal sebesar 600 ribu rupiah.

“Modal awal waktu itu hanya 600 ribu, alhamdulilah sekarang sudah bisa untung 12 sampai 14 juta untuk 1 timnya,” bebernya kepada Berikabar.id saat disambangi di lokasi UMKM Sultra Expo, Jumat (22/7/2022).

Dikatakannya saat ini ia sudah bisa meraup untung hingga belasan juta setiap tonnya. Tentu saja ini tidak mudah untuk dilakukan Asri dan timnya. Ia bercerita awal mula bertani kopi agak sulit.

“Meyakinkan orang untuk bertani kopi itu tidak mudah, butuh usaha karena mereka berpikir nanti kalau setelah panen tidak dibeli,” ujarnya.

Asri mengatakan dari waktu menanam hingga panen dibutuhkan waktu 1,5 tahun dan saat ini ia sudah bisa memanen hingga 3 ton setiap bulannya. Jumlah itu pun belum keseluruhan dari total 1.700 hektar yang ia tanam. Ia juga mengatakan jumlah pekerja yang saat ini ia miliki sudah mencapai puluhan.

“Juru petik ada 11 orang, yang roasting 2 orang, yang pilih-pilih ada 5 orang dan yang mengemas ada 2 orang,” katanya.

Tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada BI Sultra yang memberikan dukungan berupa mesin roasting dan ahli roasting.

“Terima kasih karena BI juga memberikan kami mesin roasting dan ahli roasting sehingga kami belajar lagi,” tutupnya.

Harlina

Facebook Comments