Aplikasi Peduli Lindungi Jadi Salah Satu Syarat Penting Event Skala Besar

385
Tangkapan layar saat Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi memaparkan materi dalam dialog virtual yang diselenggrakan KPCPEN.
berikabar.id

Jakarta, Berikabar.id – Saat ini angka penurunan covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan, tentu saja hal ini berdampak positif bagi aktivitas yang akan dilakukan oleh warga. Namun hal yang perlu selalu diingat sebelum melakukan aktivitas yakni penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi menuturkan bahwa dalam rangka perubahan perilaku saat ini, pemerintah selalu mengingatkan untuk terus menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, dalam penyelenggaran kegiatan baik itu skala kecil dan skala besar ada dua hal penting yang harus dilakukan.

“Ada dua hal yang penting dalam kondisi pandemi tapi kita ingin lakukan lebih normal dari pada kondisi kemarin yakni penerapan protokol kesehatan dan memastikan yang berkegiatan itu masuk dalam resiko rendah,” paparnya dalam dialog virtual KPCPEN, Selasa (19/10/2021).

Dijelaskannya dalam protokol kesehatan in semua pihak harus mendukung dan bersama-sama untuk selalu menerapkan dalam berkegiatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan memperhatikan jumlah pengunjung dalam satu ruangan sehingga tidak terjadi kerumunan.

Dijelaskannya pula bahwa aplikasi peduli lindungi menjadi salah satu cara yang bisa digunakan bagi penyelenggara kegiatan. Hal ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui siapa saja dan bagaimana riwayat orang yang berada dalam kegiatan atau event yang sedang berlangsung.

“Kita bisa menggunakan aplikasi peduli lindungi, kita bahkan mendorong dan meminta kepada pihak penyelenggara untuk menggunakan ini dalam setiap entry poin. Penggunaan aplikasi peduli lindungi ini bisa digunakan untuk mengetahui apakah orang tersebut sudah divaksin atau tidak, riwayat PCR, kontak erat dengan orang yang sudah pernah covid bahkan apakah orang tersebut sedang atau pernah terpapar,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap agar seluruh pihak penyelenggara kegiatan atau event bisa menggunakan aplikasi tersebut sebagai salah satu upaya untuk melihat rekam jejak seseorang sebelum berkegiatan apakah masuk dalam kategori resiko rendah terpapar di masa pandemi.

Sitti Harlina

Facebook Comments